suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pemkab Bondowoso Segera Bentuk Kampong Kopi Agrowisata.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

 Bondowoso, Suara Publik

Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mengembangkan agrowisata kopi sebagai salah satu alternatif destinasi pariwisata unggulan. Karena Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten penghasil kopi terbesar di Jawa Timur dan terkenal, sehingga agrowisata kopi bisa jadi alternatif destinasi pariwisata yang potensial untuk dikembangkan.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Bambang Sukwanto, mengatakan, Bondowoso pantas menjadi kiblat kopi di Indonesia, karena memiliki banyak produk unggulan. ia mencontohkan Bondowoso memiliki banyak jenis produk kopi berkualitas di antaranya kopi Arabika, kopi Luwak dan Robusta.

“Keunikan dalam menyajikan kopi dan pengelolaannya juga berbeda-beda tiap daerah, ini juga bisa menjadi daya tarik wisata kuliner sebagai bagian dari wisata minat khusus,”kata Bambang Sukwanto.

Kopi Bondowoso, kata dia, juga terkenal dengan cita rasa dan aromanya yang khas. Sehingga, keunikan itu layak menjadi modal dan kebanggaan Bondowoso untuk menjadi kiblat kopi di Indonesia.

Oleh karena itu, sudah saatnya memposisikan agrowisata kopi sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan sekaligus mengembangkan kuliner kopi sebagai gaya hidup yang menjadi bagian dari ekonomi kreatif.

"Kita harus gencar mempromosikan termasuk mempopulerkan branding kopi Bondowoso seperti kopi Arabika, luwak dan kopi tubruk agar lebih dikenal masyarakat dunia," katanya.

Dengan demikian, tambah Bambang, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kelompok-kelompok UKM, pihak Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso melakukan studi banding ke Kampoeng kopi Banaran kabupaten Semarang.

“Tujuan studi banding ke kampoeng Banaran itu, karena disana merupakan unit usaha PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang memiliki lokasi yang cukup luas yang memiliki ketinggian 400-680 dpl yang memiliki udara yang cukup sejuk, dan kondisi udaranya sama seperti di Bondowoso,”kata Bambang Sukwanto.

Menurutnya, Kampoeng Kopi Banaran berdiri dari tahun 2009 yang awal mulanya hanya dibangun sebuah restoran, sekarang sudah menjadi tempat bisnis yang menjual dan memproduksi kopi. Karena Kampoeng Kopi Banaran hanya menyediakan produk kopi sedangkan untuk pengolahan biji kopi dan pengemasan produk kopi ada di tempat yang terpisah.

Kampoeng kopi banaran memiliki gedung pengolahan kopi di tempat yang terpisah, mereka mempekerjakan masyarakat sekitar untuk memilih dan memilah biji kopi sesuai dengan ukuran,”ujarnya.

Dari hasil agrowisata Kampoeng Kopi Banaran, kata Bambang, dapat memberikan kontribusi PAD yang cukup besar kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Semarang, karena Kampoeng Kopi Banaran dilengkapi dengan wisata edukasi dan wisata keluarga.

Kampoeng Kopi Banaran, selain memiliki  restoran juga terdapat resort. Di lokasi pengolahan kopi terdapat resto dan museum kopi, dimana di museum kopi ini para wisatawan mendapatkan wisata edukasi tentang peralatan pengolahan kopi,”ungkapnya.

            Berdasarkan hasil studi banding ke Kabupaten Semarang tersebut, Bupati Bondowoso memerintahkan kepada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait agar segera membentuk tim terpadu antara instansi terkait untuk merealisasikan kampung kopi di Kabupaten Bondowoso.

            “Tentunya, secara tehnis dan lain-lainya, akan dibicarakan melalui tim terpadu itu, sehingga dipastikan pendirian kampong kopi di Bondowoso akan segera terbentuk,”imbuhnya.(her)

 

 

Editor :