BONDOWOSO, Suara Publik
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bondowoso, melaksanakan deklarasi kinerja tahun 2017. Ini dilakukan untuk memantapkan pegawai lapas lebih semangat dalam melaksanakan tugas dan fungsi secara professional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.
Hal ini diungkapkan oleh Kalapas, Muhammad Hanafi, SH.MH. bahwa Lapas sebagai tempat untuk bertobat bagi narapida yang menjalani hukumannya, maka harus didukung oleh perangkat lain, yakni pegawai yang memberikan pelayanan terhadap binaannya.
“Sebagaimana saya sampaikan berkali kali, kita ini belum selesai. Masih banyak permasalahan, tantangan, hambatan yang belum ditindak lanjuti, dan harus dipecahkan bersama-sama menetapkan resolusi di tahun 2017,” kata Hanafi. Kamis,(5/1/2017).
Esensi dari suatu resolusi, kata Hanafi, adalah membentuk ketetapan hati dengan sebuah kebulatan tekad untuk mengambil tindakan dan menunjukkan prilaku yang lebih baik dari sebelumnya.
“Resolusi ini akan mampu memaksa kita untuk bangun dari mimpi, mampu memaksa berlari untuk bekerja keras dan membangun peradaban hukum yang lebih optimal, baik dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat,”ujarnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, harus melakukan penataan regulasi disemua bidang tugas, sehingga akan mendapatkan rugulasi hukum yang berkualitas. Sebab, selama ini regulasi tersebut tumpang tindih dan perlu ditata kembali sehingga tidak merepotkan masyarakat.
“Penataan regulasi ini adalah bagian dari tanggung jawab Kementerian Hukum dan HAM,”tegasnya.
Selain itu, melakukan peningkatan kapasitas SDM agar mampu memperkuat koordinasi dengan instansi penegak hukum lainnya dalam rangka suksesnya reformasi hukum. Namun, reformasi lembaga hukum lainnyapun diperlukan untuk mencegah timbulnya pungli mafia hukum yang sekaligus memperkuat kinerja penegakan hukumnya.
“Dengan begitu, penguatan budaya hukum akan menjadi prioritas ditengah maraknya sikap-sikap intoleransi, premanisme, kekerasan, dan aksi main hukum sendiri. Maka saya tegaskan, hukum tetap menjadi panglima untuk selalu ditegakkan,”katanya.
Ia berharap, agar aparatur sipil Negara (ASN) ditingkat pusat dan daerah hendaknya mempunyai kepedulian dan mampu melakukan perubahan untuk menyesuaikan kondisi nasional agar kinerja tidak selalu ketinggalan jaman, sehingga menjadi meningkat disetiap tahunnya.
“Hal penting saya sampaikan, agar para pejabat tidak hanya percaya dan menyerahkan kepada bawahannya. Sehingga level pimpinan mampu melakukan inovasi sendiri untuk meningkatkan layanan publik,”kata dia.
Dismaping itu, ia meminta kepada para pegawai lapas agar janji kinerja yang sudah diikrarkan bersama. Hendaknya menjadi langkah diawal tahun. Sehingga memacu semangan untuk terus menciptakan karya terbaik guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi yang diembannya.
“Jangan berhenti berinonasi, tetap menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga mampu menjadi yang terbaik dan terdepan,”ucapnya.
Hanafi juga berpesan, agar memanfaatkan tehnologi informasi secara optimal, untuk mendukung terlaksananya reformasi hukum. Melakukan pencapaian kinerja yang menjadi target sasaran yang akuntabel. Bersih-bersih dari segala bentuk pungli dan korupsi, serta senantiasa menjaga integritas moral dan prilaku.
“Dan yang paling penting adalah menjaga keutuhan NKRI melalui wadah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Kalau ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka semua pelayanan public tidak akan terbengkalai,”imbuhnya. (her)Editor : Pak RW