suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Awali Hari Jadi Ke 233 Tanjungpinang Walikota Dan Seluruh Tomas Berziarah ke Makam Pejuang Melayu.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Tanjungpinang Suara-Publik

Puncak perjuangan Raja Haji bersama pasukannya yang berhasil menenggelamkan kapal komando terbesar Belanda " Malakas Walfaren " dengan menewaskan 500 personil Belanda pada tanggal 6 Januari 1784 silam menjadi sejarah kemenangan pasukan Raja Haji Fisabilillah mengusir mundur pasukan Belanda dari perairan Riau.

Peristiwa kemenangan Kerajaan Melayu Riau kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Tanjungpinang. Peringatan hari lahir itu diawali Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si, unsur FKPD, SKPD, Ketua LAM, serta tokoh masyarakat dengan melakukan ziarah ke makam pejuang Melayu, Kamis (5/1/17).

Ziarah dilaksanakan ditujuh makam. Dimulai dari makam Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah di Kota Piring, Makam Sultan Ibrahim, Daeng Celak, Daeng Marewa di Kawasan Sei Carang.

Kemudian ziarah dilanjutkan ke makam di Pulau Penyengat yakni makam Raja Haji Fisabilillah yang sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, kemudian makam Engku Putri Raja Hamidah dan terakhir Raja Ali Haji yang juga sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional bidang bahasa.

Proses berziarah di tiap-tiap makam diawali dengan pembacaan sejarah singkat para tokoh, tabur bunga rampai dan siram air di makam, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan kain sarung berwarna kuning di batu nisan. Prosesi kemudian diakhiri dengan pembacaan doa untuk para almarhum.

Untuk kegiatan acara puncak hari jadi Tanjungpinang ke 233 akan dilaksanakan di Lapangan Pamedan A. Yani pada 6 Januari 2017 pukul 19.30. Untuk rangkaian kegiatan itu akan diisi dengan berbagai macam acara hiburan dan seni budaya.

Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah menjelaskan, Ziarah makam tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan pada stiap 6 Januari. Memang ziarah dilakukan sehari sebelum Peringatan HUT Kota Tanjungpinang.

"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Setidaknya ini membangkitkan semangat kita dalam bekerja. Dan sebagai bentuk penghormatan, sekaligus mengenang jasa pendiri KotaTanjungpinang," kata Lis.

Menurutnya, makam-makam pejuang juga perlu dirawat dengan baik. Karena Kota Tanjungpinang juga merupakan destinasi wisata religi. Oleh karena itu, pembenahan-pembenahan juga tetap akan dilakukan pemerintah.

 

Usai ziarah makam, Walikota beserta rombongan sholat dzuhut berjamaah dilanjutkan dengan acara makan bersama di Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.(Aryuwanda Maulana)

Editor :