BONDOWOSO, Suara Publik
Untuk menjamin stabilitas harga, Subdivre Bondowoso saat ini memenuhi kebutuhan operasional saampai tahun 2018 sebanyak 33 ribu ton. Sehingga masyarakat tidak perlu kuatir dengan ketersediaan pangan khususnya beras.
Hal ini diungkapkan kepala Subdivre Bulog Bondowoso, Muhammad Zaenal, kepada sejumlah wartawan, ia mengatakan sepanjang tahun 2017 perum Bulog Subdivre Bondowoso akan melakukan pembelian produk-produk petani local.
“Kita akan melakukan operasional stabilitas harga komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goring, tepung terigu, gula dan cabe,”kata Kasubdivre.
Berdasarkan, Inpres nomo 5 tahun 2015, tentang kebijakan pengadaan gabah beras dan penyaluran beras oleh pemerintah, Forum Bulog ditugaskan oleh pemerintah untuk mejaga harga dasara ditingkat petani, dengan melakukan penyerapan gabah, beras sesuai dengan harga pembelian pemerintah, (HPP).
Disamping itu, Bulog terus menyalurkan beras raskin kepada rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM), mengelola cadangan beras pemerintah (CBP) untuk kebutuhan pengendalian operasi pasar (OP), dan penanganan kondisi darurat pasaca bencana.
Sementara penyaluran raskin tahun 2016, kata Muhammad Zaenal, telah disalurkan kepada 165,357 RTS-PM yang meliputi Kabupaten Bondowoso dan Situbondo, dengan pagu 2.480 ton perbulan.
“Itu sudah teraliasasi 100% pada akhir bulan Nopember 2016, tanpa ada tunggakan harga tebus raskin (HTR),”ujarnya.
Dengan demikian, Subdivre Bulaog Bondowoso mendapat penghargaan dari Ferum Bulog, sebagai penyaluran beras raskin terbaik dan laporan keuangan terbaik sejawa timur.
“Penghargaan yang kita peroleh ini, atas kenerja yang baik, kompak dan bertanggung jawab, baik kepada masyarakat maupun kepada pemerintah,”tegasnya.
Pada tahun 2017 ini, tambah Zaenal, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, dengan memudahkan komunikasi dan siap memberikan informasi mengenahi pelaksanaan penyaluran raskin kepada masyarakat, melalui nomor layanan 0822 5799 3939.
“Nomor layanan ini selalu aktif 24 jam, kami akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati, karena ini sebagai bentuk pelayanan prima Ferum Bulog Subdivre Bondowoso-Situbondo,”tandasnya.
Selain itu, untuk memperluas jaringan informasi, pihaknya telah membuka outlet pangan kepada masyarakat, dengan membuka program rumah pangan kita (RPK). Hal ini merupakan bentuk kerjasama ferum Bulog dengan masyarakat yang berbasis jaringan kerakyatan. Saat ini telah terdaftar lebih dari 166 outlet RPK diseluruh wilayah kerja Subdivre Bondowoso.
“Ini kami lakukan untuk membuka kesempatan kepada masyarakat, agar masyarakat dapat berwirausaha dengan menjadi jaringan outlet penjualan produk-produk Perum Bulog”ungkapnya.
Kedati demikian, pihak Bulog juga telah melakukan operasi pasar, berkaitan dengan melonjaknya harga cabai kriting merah yang tembaus diharga 100 ribu, sedangkan Bulog sendiri menjual seharga 84 ribu perkilogram
“Saat ini yang kita jual beras premium A seharga Rp9.700/kg, premium B, Rp9.200/kg, Gula local, Rp12.200/kg, premium Rp12.600/kg, minyak goreng, Rp11.700/kg, tepung terigu Rp7.500/kg, dan cabe kriting merah Rp84.000/kg,”imbuhnya.(her)
Editor : Pak RW