suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

22 DOKTER SPECIALIS TAGIH JANJI BUPATI COPOT DIREKTUR RSUD DR.KOESNADI

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

 

BONDOWOSO, Suara Publik

            Akhirnya 22 dokter specialis nekad juga dan berkirim surat kepada Bupati Bondowoso, Drs.Amin Said Husni, Senin siang, (9/1/2016). Surat tersebut dikirim sebagai tindak lanjut janji Bupati yang akan mengganti direktur RSUD dr,Koesnadi Bondowoso.

            Dalam surat yang dikirim, yang ditandangani para dokter specialis menyatakan sikap, bahwa keberhasilan RSUD Bondowoso, yang telah mencapai akreditasi paripurna bukanlah prestasi direktur, tapi karena kerja keras tim akreditasi yang terdiri dari komponen RSUD, mulai dari perawat,  dokter specialis, menejemen hingga Satpam.

            “Hanya beberapa hari sebelum akreditasi, saat semua dokter specialis menyatakan mundur, namun kami semua dengan besar hati menahan ego karena tuntutan kami mengakomodir semua kepentingan,”kata ketua Komite Medik, dr, Andreas Anrianto. Yang mewakili para dokter lainnya.

            Kendati tetap berupaya mendukung tujuan yang lebih besar, yaitu tentang kesuksesan akreditasi RSUD. Sebab, 22 dokter specialis ini meyakini akreditasi tidak akan tercapai, karena tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan dokter specilais dalam waktu yang relative singkat.

            “Mungkin akan sangat berbeda jika untuk memenuhi kebutuhan tenaga direktur, hari ini mundur besok sudah ada penggantinya,”ujarnya.

            Lebih tegas ia menanyakan terkait keputusan Bupati yang tetap mempertahankan Agus Suwardjito, sebagai Direktur RSUD. Karena menurutnya, terjadinya berbagai macam persoalan itu muncul karena sudah terjadi krisis kepercayaan dari semua komponen RSUD kepada Agus Suwardjito.

            Namun, pihaknya mengaku masih berusaha menjaga hubungan baik dengan Agus Suwardjito, hanya untuk menghormati keputusan Bupati pada saat pertemuan di Pendopo pada tahun 2016 kemarin. Saat itu, kata dia, Bupati menginginkan seperti layaknya menangkap ikan di air keruh.

            “Sedangkan yang menjadi pertimbangan kami pada saat itu, adalah demi kepentingan pasien dan masyarakat Bondowoso,”tegasnya.

            Dia juga mengungkapkan, pada saat setelah mendapat akreditrasi ada peristiwa mati lampu hingga beberapakali, saat itu sedang ada operasi terhadp pasien, dan itu menandakan Agus Suwardjito sudah tidak peduli kepada keselamatan pasien dan dokter.

            “Ketika niat baik kami untuk meperbaiki carut marutnya RSUD dipimpin Agus Suwardjito, sudah menemui jalan buntu, maka dengan berat hati kami akan melakukan aksi keprihatinan yang sempat tertunda beberapa saat yang lalu,” ungkapnya.

            Katanya, aksi keprihatinan itu akan dilakukan sesuai dengan UUyang berlaku dan tetap memperhatikan keselamatan dan kepentingan pasien.

            Sementara itu, yang bertandatangan dalam surat kepada Bupati tersebut, diantaranya, dr.Andrias Andrianto, dr.Marzuki, dr.LP Sri Tresnasih, dr.Gede Suwardana, dr.Rini Widiastutik, dr.HR Kamila Taufiq, dr.DP Astiti Sudewi, dr.Suharto, dr.Sujono Kardis, drg.Eka Widiyanta, dr.Gunawan Suratmadji, dr.Siti Kharidah, dr.Wahyu Prabowo, drg.Rina Setiowati, dr.Nurwahyudi, dr.Yus Priatna, dr.Puji Elmiasih, dr.Irma Kurniawati, dr.Karinda Dwiworo, dr.Rudy Dewantara, dr.Yus Deny, dan dr.Dia Eka. Mereka semua adalah para dokter specialis yang dimiliki oleh RSUD dr.Koesnadi Bondowoso. (her)

Editor :