suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengunduran Diri Direktur RSUD dr.Koesnadi Diduga Akal-Akalan Agus Suwardjito

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik. Ancaman pengunduran diri 22 dokter yang ada di rumah sakit umum (RSU) dr Koesnadi Bondowoso, banyak mendapat tanggapan dari sejumlah pihak. Sebab, masyarakat dicekam kekhawatiran, karena puluhan dokter tersebut mayoritas dokter specialis.

Padahal, pada bulan Nopember tahun 2016 kemarin, Agus Suwardjito sudah menyatakan mundur dari direktur RSUD dr.Koesnadi Bondowoso. Namun, hingga kini pernyataan pengunduran diri kepada pihak-pihak terkait dan sejumlah wartawan hanyalah akal-akalan, sehingga 22 dokter specialis mempertanyakan kembali kepada Bupati.

Saat itu Bupati Bondowoso selaku owner RSUD menanggapi serius, sehingga Bupati Bondowoso mengambil alih pimpinan management. Lantaran tidak direspon direktur RSU, sehingga para dokter tersebut ramai-ramai mengajukan pengunduran diri

Bupati Bondowoso, H. Amin Said Husni, mengemukakan, tuntutan para dokter untuk menyelesaikan persoalan yang bergulir di menejemen RSUD tidak semudah itu. Karena ada tahapan yang harus diikuti. Ada beberapa tahapan dan mekanisme yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Apalagi ini menyangkut hajat orang banyak sehingga butuh penyelesaian yang arif.

“Memang belum selesai, saya sendiri tidak mengatakan selesai, dan saya sudah menyampaikan kepada mereka bahwa kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh,”kata Bupati, Kamis, (10/11/2016) lalu.

Bupati meminta kepada 22 dokter, jangan mengundurkan diri secara masal,yang seolah-olah menekan pemerintah. Bupati hanya mengingatkan agar jangan lupa bahawa mereka itu sebagian besar dokter-dokter specialis itu ditugaskan belajar menggunakan uang rakyat.

“Kalau tidak salah ada 11 orang dokter specialis yang menggunakan APBD, dan masih ada 9 orang dokter lagi yang masih sekolah. Jadi specialisnya itu juga dari rakyat,”ujarnya.

Dengan begitu, kata Bupati, mereka tidak bisa secara sepihak menyatakan mengundurkan diri. Namun, Bupati Amin mengajak para dokter yang bersengketa untuk melakukan pembenahan secara bersama-sama.

“Bukan dengan cara-cara yang seolah-olah menciptakan opini rumah sakit lumpuh, dan itu tidak dibenarkan,”imbuhnya.

Setelah melakukan konsolidasi dan beberpa kali pertemuan dengan sejumlah pihak. Sehingga tuntutan 22 dokter yang mendesak Direktur RSUD dr.Koesnadi mundur dari jabatannya. Akhirnya muncul kesepakatan antara Agus Suwardjito mengajukan surat pengunduran diri selaku Diresktur RSUD kepada Bupati, dengan perwakilan dokter yang disaksikan oleh Asisten I. Jum’at (11/11/2016).

Agus Suwardjito, mengatakan, kesepakatan ini dibuat agar para dokter specialis itu tetap melayani masyarakat dengan baik, dan tidak ada mogok kerja, sehingga pasien tidak terlantar.

 "Jadi, kekurangan-kekurangan yang terjadi selama ini akan diupayakan oleh menejemen untuk diperbaiki,”kata Agus Suwardjito kepada sejumlah wartawan, usai melakukan pertemuan dengan para dokter diruang medik.

Setelah terjadi kesepakatan, kata Agus Suwardjito, nantinya pihak dokter akan dilibatkan untuk berembuk bersama dalam menutupi kekurangan. Sebab, tanpa melibatkan para dokter specialis akan kurang maksimal. Karena para dokter specialis itu motornya, istilahnya, fasilitas rujukan itu identik dengan dokter specialis, sehingga nantinya akan lebih memperhatikan kepentingan masyarakat

“Sesuai dengan kesepakatan dan pembicaraan antara saya dengan para dokter specialis tidak ada aksi lagi, mereka akan lebih fokus kepada pelayanan masyarakat,”imbuhnya.(her)

Editor :