Surabaya Suara-Publik. Pengendara
motor yang biasa melintas di Jalan Nias Surabaya dan sekitarnya saat ini
mungkin bisa sedikit bernafas lega. Sebab, satu dari sekian banyak pelaku
pencurian dengan kekerasan ( jambret), berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek
Gubeng. Bahkan untuk mengakiri pelarian pelaku ini, polisi terpaksa menembak
kaki kiri pelaku.
Jambret sadis yang setiap kali
beraksi selalu melukai korbannya tersebut bernama Holil (37) asal Dusun Jati
Raya, Kel.Sanggar Agung Socah Bangkalan Madura. Holil ini memang menjadi
penjahat paling diburu oleh Unit Reskrim Polsek Gubeng. Bahkan tidak mudah
untuk mengendus keberadaan pelaku ini.
Betapa tidak, tersangka ini
diburu sejak laporan korban kejadian perampasan Tas yang sering masuk di
SPKT Polsek Gubeng.
"Sejak ada laporan tersebut,
kami terus memburu para pelakunya. Berdasarkan petunjuk di TKP dan keterangan
dari para korban. Kami akhirnya berhasil menangkap salah satu pelakunya,"
sebut Kapolsek Gubeng Kompol Agus Bahari, jum'at (20/1).
Pelaku yang dimaksud adalah Holil.
Dia ditangkap di jln Nias saat melakukan aksinya ( jambret) sebuah tas milik
korban bernama Selvy Istiqa (35) seorang guru warga jln Gubeng Jaya III/40
Surabaya Kamis (19/1/2017) malam sekitar pukul 23.00 wib. Tidak mudah untuk
menangkap pria pengangguran ini. Sebab saat mengetahui kedatangan polisi, pemuda
ini langsung kabur.
Beruntung saat itu suasana di
sekitar jln Nias sangat sepi. Kendati sempat kejar kejaran, Holil
akhirnya tumbang. Dia menyerah setelah betis kaki kirinya bocor dan
mengeluarkan darah segar. "Kami terpaksa menembaknya. Karena saat hendak
kami tangkap, pelaku mencoba kabur," beber Kompol Agus Bahari
Orang nomer satu di jajaran Polsek
Gubeng ini menambahkan, sebelum tersangka melakukan aksinya Dia terlebih dahulu
membuntuti korban dengan sepeda motor dan memepet korban dari samping. Selanjutnya
tersangka menarik tas milik korban yang diletakan dipangkuan dan di
cangklongkan di bahu badan korban.
Masih Agus Bahari, kami akan
lakukan perkembangan yang mendalam terhadap tersangka ini kemungkinan besar
tersangka melakukan aksinya tidak sendirian," pungkasnya.
Editor : Pak RW