BONDOWOSO, Suara Publik. Tempat wisata Kawah Wurung (Kawu) (Bosamba) akan mendapat perhatian lebih pada 2017 ini, dan Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Bondowoso menjadikan potensi tersebut sebagai skala prioritas pembangunan pariwisata tahun ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga, Harry Patriantono mengatakan, skala prioritas pembangunan pariwisata Bondowoso tahun ini menitik beratkan kepada pengembangan destinasi wisata.
“Salah satu yang akan menjadi fokus pembangunan adalah sarana dan prasarana yang ada di area Kawah Wurung.
Menurutnya, banyak potensi yang dimiliki Bondowoso. Di antaranya Kawah Ijen, pemandian air panas di Blawan, Tancak Kembar, bendungan Sampean Baru, pendakian gunung Raung, Puslit Kopi Kakao di Andung Sari, Pakem, dan agro wisata perkebunan Kalisat Jampit. Selain itu juga ada Bosamba, Desa Wisata, Singo Ulung, Bonek Kathok, Ziarah Makam Ki Ronggo, Kawu, Hutan Raya Bondowoso di Sumber Wringin dan situs purbakala.
Untuk tahun ini, prioritas pembangunan sarana prasarana destinasi wisata akan dilakukan di Kawu. Namun, destinasi wisata lainya tetap kami kembangkan, tapi bertahap. Jika semua itu jadi prioritas," ujarnya.
Ditetapkannya Kawu sebagai prioritas, kata Harry, karena selama ini tingkat kunjungan menunjukan tren meningkat. Pada masa libur natal dan tahun baru saja, kunjungan wisatawan domestic ke Sempol sekitar 15 ribu orang dan Wisatawan Mancanegera (Wisman) sekitar 450 orang.
“Wisatawan yang berangkat dari Bondowoso menuju Ijen sejumlah sekitar delapan ribu orang. Ada sekitar tiga ribu wisatawan ke Kawu dan sisanya ke destinasi wisata lain di Sempol,”tegasnya.
Kata Harry, tingkat kunjungan tertinggi memang ada di Kawah Ijen, namun Kawu menunjukan trennya kunjungan naik signifikan. Bahkan, menurut mantan Kepala BPBD Bondowoso ini, kunjungan Kawu dalam setahun setidaknya sama dengan kunjungan pada libur natal dan tahun baru.
Sarana dan Prasarana Kawu sementara ini adalah toilet dan gazebo yang telah dibangun, agar Kawu semakin cantik dan pengunjung tak hanya menikmati panorama alam. Selain itu, ada tulisan Kawah Wurung, seperti tulisan Hollywood.
“Untuk ajang selfie wisatawan bagi mereka yang pernah ke Kawu, kita sering memperhatikan beragam foto selfie di tempat wisata, dimana ada spot khusus sebagai tanda mereka pernah ke Kawu,”imbuhnya.
Lanjut Harry, sesuai arahan Bupati Bondowoso Amin Said Husni, pariwisata ini salah satu primadona untuk menambah PAD. Karena pariwisata memiliki multiplier effect, yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Entah itu dari berjualan makanan, cindera mata atau penginapan,” imbuhnya.(her)Editor : Pak RW