BONDOWOSO, Suara Publik.
Alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi sektor Pertanian Kabupaten Bondowoso pada tahun 2017 ini masih relative aman, sehingga diharapkan para petani tidak perlu kuatir.
Hal ini ditegaskan Kasi Pupuk Pestisida dan Alat, Imam Zarkasih. Ia mengatakan, perbandingan alokasi pupuk bersubsidi dengan tahun 2016 memang mengalami penurunan pada awal tahun 2017.
“tapi penurunan itu hanya untuk awal tahun, dan pupuk besubsidi masih akan terkcukupi hingga bulan Desember tahun 2017,”kata Imam Zarkasih, saat ditemui Suara Publik diruang kerjanya, Selasa, (31/01/2017)
Menurutnya, alokasi pupuk diakhir tahun 2016, untuk jenis urea 33.380 ton, SP-36, 1.564, ton,. ZA, 14.509 ton, NPK, 8.240 ton, dan pupuk organik 2.790 ton. Sementara untuk awal tahun 2017, jenis urea 36.130 ton, SP-36, 1.335 ton, ZA, 13.645 ton, NPK, 6.864 ton, dan Organi sebanyak 2.712 ton.
“Penurunan ini dampak dari cuaca, tapi kebutuhan petani Bondowoso akan terpenuhi,”tegasnya.
Imam menegaskan, tahun ini di Bondowoso ada penambahan satu distributor Petrokimia Gresik, yang sebelumnya hanya empat distributor, sekarang menjadi lima distributor. Sementara untuk distributor Pupuk Kaltim (PKT) jenis urea masih tetap enam distributor.
“Penambahan distriubutor Petrokimia Gresik dipicu banyaknya petani yang menanam tanaman holticutura, seperti ZA, SP-36, NPK dan Organik, sementara untuk kebutuhan pupuk jenis urea masih tidak berubah,”ujarnya.
Selain itu, di Bondowoso untuk kebutuhan semua pupuk masih bisa terpenuhi dan relative aman, karena pengawasan yang dilakukan oleh tim terpadu dari TNI, Polri dan masyarakat cukup efektif.
“Selama tahun 2016 ini alokasi pupuk bersubsidi di Bondowoso tergolong aman dan tidak bocor keluar, hanya saja yang perlu mendapat pengawasan lebih intensif adalah diperbatasan, seperti Bondowoso Situbondo dan Jember,”imbuhnya.(her)
Editor : Pak RW