suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Waspada Di Titik Macet Pantura Pasuruan

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Pasuruan Suara-Publik.com - Pengguna jalan yang melintasi jalur pantai utara Pasuruan perlu lebih waspada, Pasalnya ada beberapa titik yang menjadi biang kemacetan. Diantaranya adalah simpang tiga gempol, Exit arteri Porong, Simpang tiga Kejapanan, Jembatan di jalan raya Beji, Alun-alun Bangil, dan rel kereta api di Latek.

 

 

Dari pantauan Suara-Publik.com kemacetan yang terjadi di Simpang tiga Gempol,Exit Arteri Porong dan simpang tiga Kejapanan yang merupakan pintu utama masuk Kabupaten Pasuruan disebabkan oleh jalan yang sempit dengan volume kendaraan yang cukup padat .

 

Sedangkan di kawasan alun-alun Bangil seringkali kendaraan berjalan merambat yang disebabkan oleh pengguna kendaraan roda dua yang sering kali memotong dan melawan arus di simpang tiga tugu adipura.

 

Selain itu aktifitas warga yang keluar masuk kawasan pusat pertokoan Bangil yang seringkali memakai jalan pintas. Dengan menyebrang jalan dengan melintasi median jalan yang menyebabkan seringkali kendaraan yang melintas harus berhenti mendadak.

 

Kanit Patroli Polres Pasuruan IPTU Gede mewakili kasat lantas polres Pasuruan AKP Evon Fitrianto kepada Suara-Publik.com memaparkan, bahwa kemacetan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah hukum Polres Pasuruan diakibatkan oleh volume kendaaran yang tinggi.

 

“selain banyaknya kendaraan yang melintas Faktor kemacetan juga disebabkan oleh kurang tertipnya para pengguna jalan yang sering kali saling serobot dan melawan arus, “ Kata Gede.

 

Akibat kemacetan yang terjadi dari dua arah perjalanan dari kota Surabaya menuju kota Pasuruan bisa ditempuh hingga 3 jam. Begitupun dengan perjalanan sebalikya. “kami harus memutar melalui jalan tikus guna bisa menempuh perjalanan lebih cepat, Eh lakok macet juga, “ Ujar Rahman salah seorang sopir bus yang mengambil inisiatif untuk melewati bunderan Gempol tembus perempatan Gondang legi sampai ke pertigaan Cangring malang, (dyt)

Editor :