Pasuruan Suara-Publik. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan memproyeksikan perolehan PAD daeri sektor sampah maupun jasa laboratorium lingkungan tahun ini bisa mencapai Rp 2,6 miliar. Jumlah tersebut melampui target PAD tahun lalu yang diproyeksikan hanya Rp 2,38 miliar.
Kepala BLH Kabupaten Pasuruan, Muchaimin menyampaikan, proyeksi pendapatan itu dipengaruhi dengan tingginya realisasi yang mampu dicapai hingga Oktober 2017. Bahkan ia menyebut, realisasi pada 2017, hanya menyisakan sedikit dari target sebesar Rp 2,38 miliar.
Menurutnya, perolehan PAD dari retribusi sampah maupun jasa laboratorium lingkungan hingga Oktober 2016 mencapai Rp 1,34 miliar. Artinya, BLH tinggal merealisasikan sekitar Rp 40 juta untuk memenuhi kekurangan tersebut.
Padahal, waktu yang tersisa masih cukup panjang. “dengan waktu yang relatif masih panjang ini, kami yakin bisa memenuhi target. Bahkan, kemungkinan bisa melampaui target. Kami proyeksikan, PDA yang bisa dihimpun BLH mencapai Rp 2,6 miliar,” ujarnya.
Hanya saja, BLH belum memasang target tinggi. Dalam hearing yang digelar dengan komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut, BLH Kabupaten Pasuruan mengancang-ancang pendapatan sekitar Rp 2,3 miliar atau tak jauh beda dengan tahun sebelumnya.
Hal inilah, yang kemudian mengundang perhatian legislatif. Wakil rakyat tersebut, menilai seharusnya BLH bisa menaikkan target lebih tinggi. “Harusnya kan target yang bisa diperoleh bisa lebih tinggi dari ancang-ancang itu,” ungkap Eko Suyono, sekretaris komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan kemarin.
Senada disampaikan Nik Sugiarti, anggota komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan. Mbak Nik-sapaan karibnya menilai, pendapatan dari retribusi sampah maupun jasa laboratorium tersebut, bisa melampaui tajet yang telah ditetapkan.
“Kalau proyeksi tahun lalu mencapai Rp 1,6 miliar, PAD tahun ini harusnya bisa mencapai Rp 2,6 miliar,” desaknya. (dyt)
Editor : Pak RW