suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pilar Penyangga Talang Irigasi Ambruk, Dinas PUPR Bondowoso Segera Membuatkan Ground Sail

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik - Ambruknya pilar penyangga talang irigasi milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Propinsi Jawa Timur yang berada di Desa Besuk, Kecamatan Klabang. Kejadian tersebut akibat derasnya aliran air karena tingginya curah hujan yang terjadi di Kabupaten Bondowoso, sejak Januari hingga Februari.

Kepala UPT PSDA Jawa Timur, Putut Sabidodo, didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, H Karna Suswandi dan jajaran Muspika Kecamatan Klabang turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi talang yang rusak parah.

Kepala UPT PSDA Jawa Timur di Bondowoso Putut Sabidodo, mengatakan, robohnya penyangga talang irigasi itu sudah sejak Januari lalu. Sebelumnya, sudah dilakukan identifikasi.

Menurutnya, untuk menangani robohnya penyangga talang yang merupakan saluran primer untuk mengairi pertanian di wilayah Kabupaten Bondowoso dan Situbondo dari sungai Sampean Baru itu diambil langkah cepat.

Peyangga talang irigasi itu sebagai jalan transportasi. Makanya, segera dilakukan tindakan cepat dan terus dilakukan koordinasi dengan dinas terkait di Kabupaten Bondowoso,”katanya.

Meski baru menjabat sebagai Kepala UPT. Kata Putut, pejabat sebelumnya sudah memberi tahu kalau kondisinya sudah roboh. Karena, selain untuk penyangga talang Biting yang merupakan saluran primer yang mengaliri hingga Situbondo serta penyangga jembatan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Bondowoso.

“Pembangunan ini perlu penanganan secepatnya, agar ribuan hektar sawah diwilayah Bondowoso Situbondo tidak mengalami kekurangan air,”ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bondowoso, Drs H Karna Suswandi mengungkapkan,  jika mendapat izin dari Dinas Pengairan Propinsi akan melakukan tindakan darurat dengan segera dibuatkan ground sail supaya penyangga tidak tergerus.

Pihak PUPR Bondowoso, akan menangani kondisi tersebut, meski bersifat sementara. Sebab, jika tidak segera dilakukan penanganan darurat, akan banyak korban yang akan terdampak. Ada sembilan ribu hektar lahan pertanian akan mengalami kekeringan mulai dari Bondowoso hingga Situbondo.

“Saya akan menangani daruratnya saja untuk membuat penyangga sementara. Secepatnya saya bersama UPT PSDA Jatim akan mengajukan ke Propinsi untuk ditangani lebih serius,”kata Karna Suwandi.

Karna menegaskan, dana yang disediakan untuk penanganan darurat sementara senilai Rp 300 juta. Sementara kebutuhan anggaran untuk membangun talang tersebut secara keseluruhan sesuai estimasi sementara, bisa mencapai Rp 15 Milyar.

“Harapan saya, kepada Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur untuk segera melakukan penanganan darurat, jika tidak segera dilakukan akan mengancam lahan pertanian dan membahayakan pengguna jalan yang melintas,”tegasnya.

Untuk menghindari bahaya, kendaraan roda empat bermuatan berat dilarang melintasi di jembatan itu, karena kondisinya sangat parah, sehingga pihaknya meminta kepada UPT PSDA Jatim, membuat portal larangan melintas bagi kendaraan roda empat bermuatan berat.

“Pembuatan portal itu, saya minta segera untuk dilakukan demi menjaga keselamatan kita bersama,”katanya.

Dinas PUPR Kabupaten Bondowoso, jika mendapat izin dari Dinas Pengairan Propinsi, dalam waktu dekat akan segera mengambil langkah darurat. Sebab, tambah Karna, jika tidak segera diatasi, akan berdampak pada lahan pertanian yang ada, karena tak dapat aliran air akibat kekeringan. Seperti desa-desa yang ada di Kecamatan Klabang, Botolinggo, Prajekan dan Cermee yang ada di Bondowoso.

Bahkan katanya, tak hanya itu, kekeringan akan melanda beberapa desa di Kabupaten Situbondo.

“Dampak dari ambruknya pilar penyangga irigasi itu kurang lebih ada sembilan 9 ribu hektar lahan, agar supaya tidak terjadi kekeringan, saya hanya bisa mengambil langkah sementara (penanganan darurat),”imbuhnya.(her)

Editor :