Surabaya (Suara Publik) – seringnya pemberian Sipir Rumah Tahanan(RUTAN) dan Lapas terlibat jaringan narkoba. Membuat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Jawa Timur, memeriksa 7 orang sipir rumah tahanan (Rutan) kelas I Medaeng, sejak Senin (13/2/2107) yang diduga ada keterlibatan peredaran narkoba dalam lapas.
Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenkumham Jatim, Budi Sulaksana membenarkan ketujuh sipir tersebut hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan peredaran narkoba tersebut. "Ketujuh sipir terdebut terindikasi terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Lapas, sehingga saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif, namun kami masih mengalami kesulitan," terang Budi saat ditemui di kantornya di Jl Kayoon Surabaya.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap tujuh sipir tersebut, setelah pihak Kanwil mendapat informasi dari BNNP Jatim atas dugaan keterlibatannya dalam peredaran Narkoba didalam Rutan.
"Awalnya kami mendapat satu nama, namun setelah kami lakukan pemeriksaan berkembang kepada enam orang lainnya. Namun hingga saat ini mereka masih mengelak," tambah Budi yang enggan menyebut identitas terperiksa.
"Memang saat diamankan kami tidak mendapatkan barang bukti dan hasil tes urinnya juga negatif, hingga kami mengalami kesulitan. Namun kami juga tidak akan membiarkan begitu saja dan dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan ulang dan bekerjasama dengan BNNP," paparnya.
Akan kami libatkan petugas dari BNNP dalam pemeriksaan yang akan datang, menurut Budi karena BNNP yang mempunyai alat untuk pemeriksaan dan dimungkinkan adanya barang bukti terkait indikasi peredaran Narkoba oleh ketujuh sipir tersebut.
"Mereka (BNNP) memberikan informasi kepada kami, tentunya sudah mempunyai bukti-bukti yang mengarah kesana. Oleh karena itu nanti kami akan kerjasama melakukan pemeriksaan," pungkas Budi Sulaksana.
Menurut Informasi yang diterima Suara Publik.com, ketujuh Sipir yang diperiksa itu adalah, Agus, Jerry, Tamim, Victor, Tamrani, dan Jailani. Sementara satu orang lainnya masih belum didapatkan identitasnya. Mereka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Kanwil Kemenkumham Jatim di Jl Kayoon, Surabaya....(Mul).
Editor : Pak RW