Surabaya Suara-Publik. Setelah 6 kali melakukan aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor R2). Kini dua residivis kambuhan tak berkutik dihadapan anggota Unit Reskrim Polsek Tambaksari Surabaya. Bahkan karena berusaha melawan petugas saat ditangkap keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas dibagian kakinya masing masing.
Dua orang tersangka itu bernama Andik Sakur bin Asmadin (30) dan H.Sufandi bin Jumali (34) keduanya warga jalan Dsn. Dagian Sawah Tengah Kec. Robatal, Sampang Madura. Keduanya merupakan buron atas sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Surabaya.
Dari hasil penyidikan, setidaknya dalam lima bulan melakukan aksinya, komplotan ini sudah berhasil menggasak enam sepeda motor di enam TKP berbeda. Paling baru keduanya mencuri Honda Beat L-3455-PY milik korban bernama Nureni Dianto seorang penjual kue yang saat diparkir di halaman parkir Indomart jalan Bronggalan no.4 Surabaya pada 03 Februari 2017 , sekitar pukul 14.30 wib.
"Sementara ini mereka mengaku jika sudah melakukan aksinya selama enam kali, dan kami kroscek ternyata komplotan ini merupakan DPO yang selama ini kami cari," ujar Kapolsek Tambaksari Surabaya, Kompol David Triyo Prasojo, selasa (21/2).
Berdasarkan data laporan yang masuk ke pihak Polsek Tambaksari Surabaya, keduanya telah memetik sepeda motor sebanyak enam kali di lokasi yang bber beda.
Dalam melakukan aksinya kedua pelaku ini dibekali dengan berbagai macam kunci "T yang sudah dipipihkan bagian ujungnya untuk merusak rumah kunci.
"Saya terpaksa melakukan perbuatan ini mas, karena saya tidak mempunyai pekerjaan tetap dan enam motor hasil curian sebelumnya sudah sempat saya dijual ke seorang penadah di daerah Madura, dengan harga bervariasi sesuai dengan kondisi dan merek sepeda motornya mas" aku salah satu tersangka bernama Andik Sukur.
Kini kedua pelaku mengaku kapok setelah mendapat hadiah timah panas dikakinya, meskipun begitu keduanya tetap akan terancam hukuman kurungan tujuh tahun penjara, dengan jeratan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.(TOM)
Editor : Pak RW