suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dua Guru TK Jadi Korban Jambret, Disiang Bolong

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Surabaya Suara-Publik. Aksi kejahatan jalanan kembali terjadi, kali ini wilayah hukum Polsek Pabean Cantikan Polres Tanjung Perak Surabaya, diobok- obok oleh penjahat jalanan yang selama ini meresahkan warga Kota Surabaya.

 

Kejadian penjambretan di siang bolong pada pukul 12.00 Wib tersebut menimpa dua Guru Taman Kanak-kanak(TK) Roudhotul  Banat, Bebekan Taman Sidoarjo. Dua korbannya yakni, Susi (31) dan  Suci Megawati (30)keduanya berasal dari Raya Lontar, Sambi Kerep Surabaya.

 

Kejadian tersebut bermula saat kedua guru itu mendapatkan tugas dari sekolah untuk membeli perlengkapan seragam murid TK di pasar Atom Surabaya. Keduanya berangkat dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo dengan Susi yang menjadi pengemudi.

 

Tanpa disadari, setelah keduanya melewati jembatan Jl.Stasiun Kota ia merasa ada seseorang yang mengikuti laju motor keduanya. Setibanya di tikungan menuju Jl. Bunguran, tiba-tiba tas yang dibawa oleh Susi ditarik paksa oleh orang yang tak dikenalnya.

 

Karena kaget, keduanya mencoba teriak jambret dengan sekuat tenaga sambil mencoba mengejar pelaku yang lari menuju arah Kembang Jepun. Susi juga mengatakan dilokasi juga banyak warga yang mengetahui kejadian itu, namun tak satupun warga yang berusaha membantunya. "Warga hanya diam, tak  ada yang membantu saya",kata Susi ,Kamis (9/3/2017).

 

Susi menambahkan, sedianya tas yang berisi uang Rp.4 juta tersebut akan digunakannya untuk membeli perlengkapan seragam anak didiknya. Tak hanya uang yang raib, handphone dan surat berharga lainnya juga ikut digondol jambret jalanan tersebut.

 

Jambret tersebut beraksi seorang diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Revo warna biru dengan memakai helm biru. Dengan ciri-ciri berbadan kurus berusia sekitar 27 tahun. "Warga hanya menyarankan saya untuk lapor ke polisi dan diarahkan ke Polsek Simokerto Surabaya",tambah Susi.

 

Setelah Unit Opsnal Polsek Simokerto mengecek TKP, ternyata TKP tersebut masuk wilayah Polsek Pabean Cantikan ,Polres Tanjung Perak Surabaya. Akhirnya keduanya menuju Polsek Pabean Cantikan Untuk membuat laporan.

 

Saat Dikonfirmasi, Kanit Reskrim Polsek Pabean Cantikan Iptu Tritiko membantah bahwa dua wanita tersebut adalah korban jambret. Tritiko menjelaskan, jika keduanya adalah korban jambret, SPKT pasti memberitahu ke piket Reskrim dan juga meminta keterangan dari keduanya.

 

"Jangan jangan hanya meminta surat kehilangan saja, dan bukan korban jambret ",kata Iptu Tritiko.(TOM).

Editor :