suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bank Indonesia Mengapreisasi Kinerja Polsek Grujugan Ungkap Uang Palsu

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik - Polsek Grujugan setelah berhasil mengungkap peredaran uang palsu beberpa waktu lalu, dan penangkap pelaku yang bernama Abu Hasan bin Mustafa, (40), warga Dusun Candin RT.2/RW.1 Desa Pulau Mandangin Kecamatan Sampang kabupaten  Sampang Madura yang saat ini ditahan oleh petugas.

Sementara barang bukti sebanyak 100 lembar pecahan seratus ribu juga diamankan, dan untuk memastikan uang tersebut palsu, Polsek mengundang petugas Bank Indonesia (BI)Perwakilan Jember, Eko Andrianto, sebagai saksi ahli.

Didampingi penyidik, Iis Kusuma, Suprapto dan Toni,Kapolsek Grujugan Iptu Iswahyudi mengungkapkan, permintaan keterangan saksi ahli dari BI tersebut merupakan tindak lanjut MoU Bapak Kapolri dengan BI, sehingga pihaknya jemput bola untuk berkoordinasi dengan BI Jember, untuk memastikan BB palsu atau tidak.

Dari hasil koordinasi tersebut pihak BI akan memberikan bantuan, terkait tindak lanjut pengembangan penyelidikan uang palsu yang telah berhasil diamankan, karena ini pula merupakan atensi dari pemerintah.

“Saat ini kami masih fokus kepada pengembangan kasus, karena ada beberapa orang yang disebut ikut terlibat dalam peredaran uang palsu di Bondowoso,”kata kapolsek.

Dijelaskan, sebelum melakukan penangkan terhadap tersangka, pada tanggal (6/2/2017 kemarin, petugas mendapat laporan dari warga, bahwa warga tersebut telah kedapatan uang palsu senilai100 ribu, saat itu petugas langsung melakukan penyisiran untuk menyelidiki beredarnya uang palsu diwipayah hukum Polsek Grujugan.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas, kami pada hari Kamis, (25/2/2017) berhasil menangkap pelaku, di hotel Asri, kamar nomor 8.A, berikut barang buktinya,”ucap Iswahyudi.

Keberhasilan ini pula, menurut Iswahyudi, hasil informasi dari masyarakat, sehingga petugas tanpa menunggu waktu lama langsung bertindak untuk melakukan penyelidikan, dan terbukti petugas berhasil mengungkap peredaran narkoba di Bondowoso.

“Saya berharap kepada masyarakat, apabila mengetahui adanya peredaran uang palsu segera melapor kepada petugas terdekat, dan petugas pasti menindak lanjutinya,”imbuhnya.

Ditempat yang sama, petugas BI Perwakilan Jember, Eko Andrianto, mengapreisasi kinerja Polsek Grujugan, yang telah berhasil mengungkap peredaran uang palsu di Bondowoso. Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada Kapolsek Grujugan karena telah membantu BI dalam mengungkap uang palsu.

“Saya katakan, bahwa ini satu Polsek dijajaran Polres Bondowoso yang sudah bekerjasama dengan BI, dalam tahun ini hanya Polsek Grujugan,”kata Eko Anfrianto.

Lebih jauh Eko mengatakan, bahwa peredaran uang palsu diwilayah BI perwalikan jember sangat memprihatikan, sehingga ia berpesan kepada warga masyarakat agar mengetahui ciri-ciri uang asli dan palsu.

Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan. Karena pada cetakan uang kertas rupiah terdapat tanda air (watermark) berupa gambar yang akan terlihat saat uang diterawangkan ke arah sumber cahaya, misalnya kearah sinar matahari atau lampu.

“Seperti benang yang ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah. Benang pengaman ini dapat dibuat tidak memendar maupun memendar di bawah sinar ultraviolet dengan satu warna atau beberapa warna,”terangnya.

Selain itu, ada cetakan intaglio yaitu cetakan yang terasa kasar saat permukaan uang kertas diraba dengan tangan. Termasuk kedalam cetakan intaglio ini adalah blind code atau kode yang dicetak pada uang kertas yang dikhususkan bagi tuna netra. Ada juga gambar rectoverso yaitu gambar cetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.

“Jika tidak diterawangkan ke cahaya, gambar rectoverso ini seolah gambar yang tidak utuh,ujarnya.

Ditambahkan, pada uang kertas rupiah, terdapat hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Terdapat pula tulisan mikro pada uang rupiah yaitu tulisan berukuran sangat kecil. Tulisan ini hanya bisa dibaca dengan menggunakan kaca pembesar. Termasuk tinta tidak tampak yaitu tinta yang digunakan untuk mencetak uang rupiah, sehingga hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.

Mungkin bagi warga yang tidak pernah mengetahui tentang rahasia pada uang kertas, yang terdapat gambar tersembunyi. Gambar tersembunyi itu merupakan teknik cetak dimana terdapat gambar atau tulisan yang tersembunyi yang hanya dapat dilihat dari sudut pandang tertentu dengan cara memutar permukaan uang kertas.

“Sedangkan uang kertas palsu samasekali tidak memiliki ciri-ciri yang terdapat pada uang kertas asli, karena mulai dari kertas hingga beberapa ciri kode rahasia hanya uang kertas yang diterbitkan oleh BI itu yang asli, selain BI palsu,”imbuhnya. (her)

Editor :