suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Wakil Bupati Buka Kontes Buah Unggulan di Dinas Pertanian.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara Publik - Dinas Pertanian terus menyikapi potensi buah durian dan alpukat. Sebagai bentuk motivasi dan mengangkat potensi buah lokal di Bondowoso, Disperta menggelar kontes buah lokal yang terangkum dalam kegiatan Gebyar Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2017, yang dibuka oleh Wakil Bupati, KH Salwa Arifin.Rabu (15/3).

Acara kontes buah unggul lokal ini diikuti oleh petani durian, pisang dan alpukat yang tersebar di 23 kecamatan dan beberapa petani yang berasal dari luar Kabupaten Bondowoso.

Selanjutnya, Wakil Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian beserta beberapa Kepala SKPD meninjau langsung buah lokal dan stand pasar tani. Dalam acara tersebut Wakil Bupati juga memberikan penghargaan kepada BPP berprestasi.

Wakil Bupati Bondowoso KH. Salwa Arifin dalam keterangannya mengapresiasi Dinas Pertanian yang mampu memberikan wadah bagi petani dalam memasarkan serta mempromosikan buah durian, pisang dan alpukat.

Tak hanya sebagai ajang promosi, Pemerintah dalam hal ini akan mengembangkan produk local asli Bondowoso dengan menginventarisir benih unggul semua komuditas secara intensif.

“Saya juga terus memotivasi Dinas Pertanian agar produk unggulan tersebut mampu memberdayakan ekonomi masyarakat,”kata Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Tngsil Wetan Wonosari ini.

Lebih lanjut, Salwa juga mengungkapkan, pengembangan buah lokal asli Bondowoso tidak hanya bertumpu pada komuditas saja. Melainkan, harus ada inovasi dalam mengembangkan produk olahan dari buah lokal Bondowoso.

Menurut Wakil Bupati, nantinya semua instansi pemerintah harus bersinergi, bagaimana komuditas lokal unggulan Bondowoso ini tidak hanya dinikmati pada waktu panen saja.

Dengan begitu, saya berharap ada upaya pemberdayaan kepada masyarakat dalam memproduksi produk olahan dari buah lokal asli Bondowoso,” imbuh Wabup.

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, H Munandar mengatakan, kontes buah unggul lokal tahun ini merupakan bentuk upaya Pemerintah dalam menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat Bondowoso dalam mengkonsumsi buah dan sayur lokal.

Selain sebagai ajang promosi buah lokal Bondowoso, kontes ini juga menjadi wadah bagi para petani durian, pisang dan alpukat untuk bisa terus meningkatkan hasil panen.

“Kita ingin menggali potensi buah local Bondowoso, utamanya yang saat ini sedang musim. Buah kita ternyata banyak yang berkualitas dan layak untuk kita kembangkan,” kata Munandar.

Ditempat yang sama, ketua Tim Penilai dari Provinsi Jawa Timur, Gamal Pratomo, mengatakan, kreteria yang dinilai dalam lomba duren ini adalah rasa. Sebab, durian mempunyai beberapa rasa, ada yang rasa pehit dan legit, itu yang disukai oleh orang maniak duren. Sementara duren yang rasa manis itu lebih banyak disukai orang.

“Itu salah satu kreteria penilaian yang kita lakukan dalam kontes duren, dan yang masuk kriteria juara ketebalannya harus diatas 30 porsen, sementara saya melihat di Bondowoso masih dibawa itu,“kata Peneliti Pengkajian Tehnologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur.

 Untuk penilaian berikutnya adalah warna, dan dagingnya harus kuning, sedangkan daging yang berwarna putih itu, orang banyak yang tidak suka, karena kurang menarik, dan yang lebih penting lagi, kata.. sebetulnya ketebalan. Jadi dari rasa semuanya itu, yang paling dominan adalah ketebalan daging.

“Duren mana yang rasanya enak dan dagingnya tebal, itu yang akan menjadi juara,”tegasnya.

Ia berjanji, kalau duren asal Bondowoso ada yang memenuhi kreteria dan juara, pihaknya akan mendaftarkan ke Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) di Jakarta. Namun untuk duren kas Bondowoso masih dilihat. Sebab, selama ia menjadi juri diseluruh Jawa Timur, hampir sama.

“Jadi kalau duren Bondowoso memenuhi kriteria yang saya sebutkan tadi, maka dapat dijadikan ikon. Memang, tadi ada yang mendekati criteria, warnanya orange, dan menjadi salah satu kandidat juara,”imbuhnya. (her)

Editor :