Surabaya Suara-Publik. Kasus sengketa lahan di Dusun Ngasinan Desa Kepatihan Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik terus diupayakan pembuktian kepemilikan lahan tersebut. Seperti yang diketahui bersama, lahan yang menurut masyarakat Dusun adalah tanah telaga artinya Tanah Bondo Deso dari turun temurun. Namun akhir akhir ada yang merasa memiliki yakni yang diketahui ahli waris mantan Kepala Desa Kepatihan yang kini sudah almarhum.
Nano selaku Ketua LSM GARAD Indonesia yang telah mendampingi masyarakat Dusun Ngasinan dalam mencari pembuktian, telah melakukan upaya dengan berkoordinasi bersama Polres Gresik dalam mengungkap permasalahan tersebut. "Kapolres Gresik sudah meng apresiasi kami dalam mengungkap masalah yang telah dihadapi masyarakat Dusun Ngasinan. Beberapa waktu lalu juga sudah diadakan diskusi terkait masalah tersebut dihadiri oleh pihak Polres diwakili mas Adam Selaku Kasatreskrim dan perwakilan BPN serta Masyarakat Dusun Ngasinan juga kami selaku LSM yang mendampingi Masyarakat Dusun Ngasinan",ujar Nano saat bertemu di Balai RW Dusun Ngasinan.
Masih Nano terkait masalah ini, beberapa waktu yang lalu saat audiensi di Aula Polres Gresik, masih belum ada titik temu. Hari ini saya kirimkan surat kepada Kapolres Gresik agar dilakukan Diskusi lanjutan, kami harap pihak Polres Gresik dapat menghadirkan Kepala Desa Kepatihan. Karena menurut kami, pihak Kepala Desa sangat berperan penting dalam permasalahan ini",ujar Nano lagi yang diikuti oleh Masyarakat Dusun Ngasinan
Sedangkan Zainudin selaku Kepala Dusun Ngasinan berharap kasus ini segera ada titik terang dalam audiensi lanjutan yang diminta pihak LSM ke Polres Gresik. "semoga dengan surat permohonan ini,segera ditanggapi oleh pihak Polres Gresik,saya ingin segera ada titik terang dalam permasalahan ini",ujar Zainudin dengan nada harap(red)
Editor : Pak RW