suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Merayakan Misa Paskah Kebangkitan Yesus Kristus Umat Kristiani Diingatkan Hormati Keberagaman

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, Suara-Publik- Umat Kristiani sedunia, termasuk umat Kristiani di Bondowoso merayakan Paskah atau hari kabangkitan Tuhan Yesus Kristus( Isa Almasih) di gereja masing-masing pada Minggu pagi (16/4/20917). Tak terkecuali umat Kristiani di Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil Bondowoso yang merayakan misa Minggu Paskah, yang sebelumnya diawali ritual perayaaan Tri Hari Suci.

            Dimulai peringatan Minggu Palma mengenang Yesus masuk Yerusalem disambut dengan elu-elukan daun palma. Kemudian, peringatan Kamis Putih mengenangkan kisah sengsara Yesus melalui perjamuan malam terakhir dengan membasuh kaki para rasulnya. Dilanjutkan Jumat Agung mengenang wafat Yesus disalib di kayu salib.  Dan, Sabtu Suci untuk menyambut sukacita kebangkitan Yesus dari kematian.

            Pastur/Romo Laurentius Heru Susanto, Pr, yang memimpin misa ritual Tri Hari Suci dan Paskah pada Minggu pagi mengatakan, sejatinya apa yang dilakukan Yesus melalui ritual atau peristiwa Tri Hari Suci hingga perayaaan Paskah merupakan sebuah kasih yang tulus dan universal. Karena, dalam peristiwa perjamuan malam terakhir, Yesus dengan senang hati membasuh kaki para rasul murid-muridnya sebagai ungkapan ketukusan sebuah kasih.

            "Membasuh kaki dahulu hanya dilakukan hamba kepada tuannya. Namun, apa yang dilakukan Yesus dengan membasuh kaki kedua belas rasul murid-muridnya adalah sebuah pesan luar biasa, bahwa kasih itu tulus. Dia tahu ada satu rasul yang akan mengkhianatinya,  namun Yesus tetap membasuh kaki mereka semua tanpa membedakan. Inilah kasih sejati," jelasnya.

Pastur Heru juga berpesan kepada umat Kristiani di Paroki Gereja Katolik Yohanes Penginjil Bondowoso, agar mampu mewujudkan kasih yang diajarkan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

Dia berpesan agar umat Kristiani untuk saling mengasihi tanpa membedakan apapun dan harus menghormati keberagaman dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Tentunya, dengan menghayati pengorbanan Yesus, maka umat Kristiani dalam kehidupan sehari-hari harus melawan ketidakadilan  dan tetaplah setia kepada Yesus,” pintanya. (han)

Editor :