suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pelajar Kelas 2 SMP, Jadi Jambret di 18 TKP

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Surabaya Suara-Publik. Tertangkapnya anak di bawah umur dalam kejahatan jalanan oleh unit reskrim Polsek Genteng, menambah deret panjang persoalan sosial yang menyeret anak-anak dalam lingkaran tindak pidana kriminal.

 

Kali ini seorang pelajar kelas 2 SMP Bina Bangsa Surabaya, ditangkap oleh reskrim Polsek Genteng sesaat setelah melakukan aksi penjambretan Handphone milik korban di depan SMA Komplek jalan Kusuma Bangsa Surabaya. Saat itu, pelaku bernama MH (16) warga jalan Krembangan Jaya Utara Gg VIII Surabaya berboncengan dengan pelaku lain berinisial S (DPO) sedang melewati jalan Kusuma Bangsa mencari sasaran. Melihat seorang perempuan sedang memainkan HP, lantas kedua pelaku langsung menghampiri korban dan merampas handpone korban.

 

Karena kaget, korban berteriak jambret, meskipun pada pukul 22.00 WIB kondisi jalanan terlihat sepi. Korban tak berhenti berteriak sambil mencoba mengejar pelaku, bahkan pelaku MH sempat mengejek korban dengan menunjukan handpone yang berhasil dipetik dari korban.

 

Tanpa disadari, gerak-gerik pelaku dilihat oleh anggota Opsnal reskrim polsek Genteng, Bripka Anton yang sedang melakukan kring serse di sekitar lokasi langsung mengejar kedua pelaku.

 

“sempat terjadi kejar-kejaran dengan anggota kami, hingga di sekitar jalan Krembangan Surabaya. Saat jarak dekat dan dirasa situasi aman, Bripka Anton langsung menabrakkan motornya kepada motor pelaku, hingga kedua pelaku tersungkur dan motor pelaku masuk ke parit. Satu pelaku berinisial S berhasil kabur sedangkan MH langsung ditangkap oleh anggota kami,” terang Kompol Wahyu Endrajaya, Selasa (18/4).

 

Dari hasil penyidikan sementara, jam terbang anak kelas 2 SMP ini terbilang cukup banyak. Setidaknya 18 TKP penjambretan telah ia lakukaan di sekitar wilayah Surabaya diantaranga jalan, Rajawali, Indrapura, Margo Mulyo, Kalianak, Krembangan, Kapasan, Kusuma Bangsa, Blauran dan Genteng Kali. Rata-rata pelaku mengincar korban perempuan pada jam 21.00-24.00 WIB.

Kepada petugas, MH beralasan butuh uang jajan, dengan terpaksa dirinya menjambret dan menjual hasil jambretan ke madura dengan nominal bervariasi.

 

“uangnya buat jajan, senang-senang sama teman, bilyard saama mabuk pak,” aku siswa kelas 2 SMP Bina Bangsa ini.

 

Kini polisi tengah memburu S dan satu lagi rekan MH lain berinisial R yang juga kerap beraksi bersama MH. Polisi menitipkan MH ke Bapas lantaran usia Mh masih 16 tahun.(TOM).

 

Editor :