Surabaya, Suara-Publik. Kapal kemanusiaan
merupakan inisiasi Aksi Cepat Tanggap (ACP) akan berlayar dari Surabaya
menuju Mogadishu Somalia mendapat perhatian khusus oleh Wagub Jatim,
Drs. H. Saifullah Yusuf. Kapal tersebut membawa bantuan berupa beras
bagi masyarakat di Afrika yang mengalami krisis kelaparan.
Kepedulian
ACP menggugah semua pihak untuk lebih memperkuat kepedulian antar
sesama. Kapal Kemanusiaan membawa misi yang luar biasa, demikian
disampaikan Wagub Jatim, Drs. H. Saifull Yusuf saat Pemberangkatan Beras
Untuk Kelaparan Afrika di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu
(29/4).
Menurutnya,
hal yang telah dilakukan ACP menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa
dalam memberikan bantuan tidak mengenal jarak. Hal ini merupakan bagian
dari menjalankan perintah Tuhan akan kepedulian sesama. Solidaritas
antar sesama dan bangsa seperti ini, sebelumnya terlihat saat Aceh
terlanda bencana tsunami. Negara lain ikut berempati terhadap bencana
yang dilanda Indonesia. Dengan adanya kapal kemanusiaan ini, masyarakat
Indonesia menunjukkan solidaritas terhadap negara lain yang mengalami
bencana yang berbeda kondisinya, jelas Gus Ipul.
Wagub
Jatim itu kagum ketika memperoleh informasi tentang para donatur yang
ikut serta dalam kegiatan Kapal Kemanusiaan. Dari sekitar 1.000 ton
beras yang dibawa ke Somalia, sebagian besarnya berasal dari masyarakat
menengah kebawah. Hal itu menunjukkan, masyarakat kita berempati
terhadap kegiatan kemanusiaan. Semoga bisa bermanfaat dan menolong
saudara kita disana, ucapnya.
Sementara
itu, Presiden ACT, Ahyudin menjelaskan Kapal Kemanusiaan mengirimkan
1.000 ton beras atau setara 48 ribu karung beras pada tahap pertama.
Beras tersebut dimuat kedalam 40 kontainer. Program ini terkait situasi
kelaparan yang berhitung dengan waktu, sementara proses edukasi dan
penggalangan masih simultan berjalannya. Targetnya sampai akhir tahun
bisa memberangkatkan 25 ribu ton beras, jelasnya.
Ia
menjelaskan, setidaknya di Afrika ada sekitar 25 juta orang yang
dilanda kelaparan. Setidaknya setiap jam ada 108 orang meninggal akibat
kelaparan di Afrika. Jika tidak ada pertolongan dan kepeduliaan dari
kita, maka akan menjadi malapetaka kemanusiaan terbesar, tambahnya.(*)
Editor :
Pak RW