suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Lurah Tanah Kedinding , Kesandung Pungli Prona

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Surabaya (Suara Publik). Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil mengungkap pungli kepengurusan Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) di wilayah Kelurahan Tanah Kedinding , kec. Kenjeran Surabaya,

Dari kasus tersebut polisi menetapkan dua orang tersangka yang diketahui sebagai panitia Prona. Dari dua orang tersebut salah satunya oknum Lurah Kelurahan Tanah Kedinding.

Dua orang yang berhasil diamankan yakni," Mujianto  selaku Oknum Lurah diwilayah Kelurahan Tanah Kedinding dan jonathan Suwandono selaku kordinator BKM ( Badan Kesewasdayaan Masyarakat) 

Kanit Tipikor Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Tio Tondy menyatakan jika pihaknya berhasil mengamankan oknum Lurah adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh panitia Prona. Berdasarkan laporan warga, mereka ditarik biaya untuk mengurus dokumen Legalitas Tanahnya menjadi Sertifikat SHM.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada penarikan dana program operasi nasional Agraria ( prona) untuk penerbitan sertifikat tanah," terang Ipda . Tio Tondy , kamis (04/5/2017).

Adapun Barang bukti yang diamankan pihak kepolisian diantaranya, Foto copy Legalisir Sertifikat milik peserta Prona, kwitansi pembayaran yang ditanda tangani oleh staf BKM, copy laporan keuangan dan copy SK penunjukan sebagai pelaksana Prona tahun 2014

"Saat ini masih kami kembangkan dan menetapkan dua tersangka yakni salah satunya oknum Lurah," tegasnya. 

Peran tersangka, lanjut  Ipda Tio Tondy , membentuk kelompok masyarakat sebagai panitia. Dan para pemohon setiap pemimilik bidang tanah dibebani biaya, seharusnya program itu gratis namun oleh kedua tersangka aetiap bidang tanah dibebani biaya sebesar Rp. 3.750.000 sampai dengan Rp. 4.100.000 juta 

Jika ditotal pungli itu terkumpul Rp.600 juta untuk sertifikasi masal 150 bidang tanah yang ada di wilayarah kelurahan tersebut .

Hingga saat ini kami memeriksa dua oknum BPN II ( badan pertanahan nasional ) Surabaya pemeriksaan ini kami  lakukan untuk mengetahui apakah dua oknum tersebut terlibat atau tidak" tutup Tio Tondy.

Editor :