BONDOWOSO, Suara Publik - Informasi adanya beras Bulog yang tidak layak di konsumsi masyarakat, karena diduga ada kutunya, membuat Kepala Sub-Divisi Regional Badan Urusan Logistik (Bulog) Bondowoso membawahi Situbondo Adhekan menyatakan bahwa informasi adanya beras sejahtera (Rastra) berkutu di gudang Bulog.
Ia mengatakan, berkaitan dengan berita inspeksi mendadak atau sidak kemarin Selasa (9/5/2017) oleh anggota Komisi VI DPR RI, pihaknya meluruskan dan tidak menyalahkan bahwa beras sejahtera yang sebenarnya dilihat di gudang Bulog Klatakan dan Bondowoso.
“Sebetulnya itu bukan kutu, tetapi gurem” kata Adhekan kepada wartawan.
Kasub menjelaskan, gurem tersebut adalah hama minor atau sejenis hama yang sifatnya tidak merusak komoditas beras sejahtera yang tersimpan di gudang Bulog. Ssehingga untuk membasmi gurem tersebut menggunakan fumigasi maupun dengan cara "spray" atau penyemprotan yang sudah rutin dilakukan oleh Bulog.
“Kita sudah melakukan fumigasi untuk membasmi gurem setiap tiga bulan satu kali, sedangkan dengan cara penyemprotan(spray) di gudang penyimpanan beras itu dilakukan satu bulan satu kali,”katanya.
Sehingga dengan adanya informasi tersebut Bulog meluruskan bahwa tidak ada kutu beras di gudang penyimpanan Bulog. Sedangkan informasi terkait adanya beras sejahtera yang didistribusikan berkurang atau tidak sesuai dengan pagu 15 kilogram pihaknya minta pihak desa bisa mengembalikan dan akan diganti dengan yang sesuai.
“Kalau memang beras itu kurang dan tidak sesuai pagu, maka saya minta kepada Kepala Desa untuk mengembalikan untuk diganti,”tegasnya.
Adhekan juga menambahkan, jika ada beras sejahtera yang diterima oleh keluarga penerima manfaat (KPM) tidak bagus atau kurang dari pagu yang sudah ditentukan untuk diminta yang kemudia ditukar dan mengembalikan ke Bulog.
"Kami menjamin beras sejahtera yang didistribusikan layak konsumsi karena sebelum didistribusikan Bulog melakukan penyortiran atau disaring agar beras yang keluar dari Bulog benar-benar sudah bagus dan layak,"imbuhnya. (her)
Editor : Pak RW