suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Peracik Strategi Tim Antibandit Polrestabes Surabaya Dimutasi

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Laporan: Tom.

SURABAYA Suara-Publik. Gerbong mutasi di tubuh Polri kembali bergulir. Terbaru, Polda Jatim memutasi pamen(perwira menengah). Tercatat ada empat anggota polisi yang dipindahkan, hal itu sebagaimana tertuang dalam Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/1378/VIII/2017/RO SDM tanggal 3 Juli 2017.

Salah satunya adalah Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Bina Gunawan Silitonga. Polisi asal Medan itu akan menempati posisi baru sebagai penyidik madya 4 Ditreskoba Polda Jatim.

Posisinya sebagai Kasatreskrim Polrestabes Surabaya bakal digantikan oleh AKBP Leonard M. Sinambela yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit II Ditreskoba Polda Jatim.

Saat dikonfirmasi, Shinto menegaskan siap mengemban tugas baru. "Harus semangat. Pengabdian bisa di mana saja," tutur alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 tersebut, Senin (3/7).

Shinto mulai berdinas di Polrestabes Surabaya sejak Juni tahun lalu. Selama kiprahnya sebagai reserse di Kota Pahlawan, beberapa gebrakan dibuatnya. Salah satunya adalah membentuk Tim Antibandit.

Sejak Februari lalu, kehadiran Tim Antibandit bisa menekan angka kejahatan 3C di Surabaya. Tujuh rayon tersebar mengawal keamanan kota. termasuk di perbatasan kota, seperti di kawasan Suramadu juga dijaga ketat 24 jam.

Selain itu, saat Shinto memimpin, Satreskrim juga mengakhiri sepak terjang Sadeng, bandit L300 yang meresahkan warga. Sadeng ditembak mati, setelah sebelumnya sempat terlibat pergumulan dengan tiga orang tim puma Jatanras Polrestabes Surabaya.

Mantan Kasatreskrim Polresta Tangerang itu juga menjadi peracik strategi yang ulung. Terutama saat menghadapi kasus pembunuhan. Enam kasus pembunuhan berhasil dipecahkan. Bahkan dalam waktu kurang dari sebulan, polisi berhasil mengungkap tiga kasus diantaranya.

Salah satu kasus pembunuhan yang menyita perhatian publik Surabaya adalah tewasnya seorang SPG mal. Saat ditemukan di kawasan Mangrove, polisi sempat kesulitan melacak jejak pelakunya. Sebab, sang SPG tidak dibunuh di TKP.

Hingga akhirnya, korps berseragam cokelat bisa menangkap dua orang pelakunya yang membunuh korban atas motif perampasan. "Semua itu adalah hasil kerja keras tim. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan dan seluruh warga Surabaya yang sudah memdukung kinerja kami," tandasnya.

Editor :