suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Lapas Klas II Mojokerto Terima Limpahan Napiter Isis

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

MOJOKERTO, (Suara Publik)-Lapas kelas II B Mojokerto jalan Taman Siswa Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto menerima narapidana (Napi) teroris atas nama Wildan Fauzie Bahreza,(26) dari Rutan Brimob Kelapa 2 (dua) Jakarta, Selasa,(11/07/ 2017) pukul 14.20 WIB.

Sebagaimana mengacu kepada surat Kementrian Hukum dan Ham Dirjen Pemasyarakatan No.PAS.7.UM.01.01-81. Tgl 17 Juni 2017, perihal : Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Kegiatan Pemindahan Terpidana Terorisme di Lembaga Pemasyarakatan seluruh Indonesia, Lapas Kelas II B Kota Mojokerto akan menerima pelimpahan Napiter.

Napiter ISIS tersebut tiba di Lapas kelas II B Kota Mojokerto dengan pengawalan dari anggota Densus 88 menggunakan 1 unit mobil Inova Nopol L 1720 QD. Langsung ditempatkan diruang Registrasi.

Kepala lapas Mojokerto, M.Hanafi.SH.MH, memebenarkan, telah menerima napi dari Rutan Brimob Kelapa 2 Jakarta. Namun, saat masuk diruangan Kalapas, Wildan bercerita pengalamannya jihad di suriah sebagai anggota ISIS bersama bersama Abu Jandal.

Dalam keterangannya, ia (Wildan Fauzie) tidak bersedia untuk mengikuti upacara bendera dan segala hal yang berkaitan dengan Pancasila, karena kegiatan tersebut dianggap Haram.

Selain itu, ia juga tidak mau melaksanakan ibadah sholat di Masjid Attaubah dengan penghuni tahanan lainnya, hanya meminta sholat di ruangan sendiri, dan ia meminta agar bisa menghubungi keluarga saya untuk memberi tahukan keberadaan saya di Lapas kelas II B Mojokerto.

Jika ada keluarganya besuk minta kunjungan yang lama, karena ia tidak seperti di Lapas Tulungagung. Karena selama disana tidak dibesuk oleh keluarganya,”kata Hanafi yang menirukan Wildan.

Meski demikian, pihak lapas akan melakukan langkah-langkah pengawasan dan pengamanan. Karena memindahkan napi yang dinilai sangat mudah terpengaruh, sehingga napi teroris (Napiter) hanya diberikan teman sekamar yang dinilai tidak mudah terpengaruh dengan tujuan akan memberikan informasi terkait keseharian napiter.

Selanjutnya, pihak lapas akan melakukan pendataan bagi pembesuk napiter tersebut dan menyediakan telpon khusus (handphone) untuk digunakan napiter agar bisa berkomunikasi dengan pihak keluarganya.

Sedangkan ruangan khusus yang disediakan untuk napiter yaitu bekas Ruang Anak-Anak dengan spesifikasi diantaranya, berada di sebelah pojok barat-utara, bersebelahan dengan perpustakaan (sebelah selatan ruang anak), sebelah barat berbatasan dengan tembok pagar luar sebelah barat dan sebelah utara terdapat tower pos jaga.

“Sementara dalam ruangan terdapat WC, dan rak penyimpanan terbuka, dan pengamanan atap plat besi dilapisi dengan jeruji besi dan ditutup plat kembali. Selain itu depan ruangan dilengkapi dengan Camera CCTV,”tegasnya.(tim)

Editor :