suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Waspada Polisi Gadungan Bergentayangan di Surabaya, Lakukan Penipuan.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Laporan: Tom

SURABAYA Suara-Publik. Waspadalah bagi warga Surabaya yang hendak menjual barang berharganya melalui online atau media sosial. Kini para pelaku menyaru Polisi tengah gentayangan mencari mangsa.

Sasarannya adalah sepeda motor yang hendak dijual melalui media sosial "Sebab baru-baru ini, Thomas, warga Sawahan Baru Gang 3, Surabaya ditipu oleh seorang pemuda yang mengaku sebagai polisi yang berdinas di BNN (Badan Narkotika Nasional). Korban kehilangan motor Yamaha R25 akibat ulah polisi gadungan tersebut Peristiwa itu sebenarnya menimpa Thomas pada Rabu (9/8/2017) kemarin.

Namun, kabar itu baru mencuat Kamis (17/8/2017). Saat itu, Thomas mengupload foto motor sportnya itu ke sebuah situs jual beli online. Dalam uploadnya itu, korban mencantumkan harga yang ditawarkannya serta nomor telepon jika ada pembeli yang berminat.

Darisanalah, korban dihubungi oleh seorang pria yang mengaku bernama Rico. "Setelah berkomunikasi, Rico menemui korban di rumahnya sesuai kesepakatan. Disinilah, Rico mulai beraksi. Agar korban tidak khawatir, Rico mengatakan bahwa dirinya adalah polisi yang bertugas di BNN.

Bahkan agar ucapannya dipercaya, Rico menunjukkan lencana kewenangan penyidik polri kepada Thomas. Tidak hanya itu, Rico sengaja menunjukkan pistol yang diselipkan di celananya. Rico kemudian mencoba motor milik Thomas tersebut dengan dalih ingin merasakan kondisi fisik dan mesin motor Thomas.

Namun, setelah Rico berlalu, Rico ternyata tak kunjung kembali. Thomas akhirnya mencoba menghubungi nomor HP Rico, tetapi HP Rico sudah tidak aktif. Motor sport seharga 45 Juta milik Thomas pun amblas.

Thomas pun akhirnya melapor ke Polsek Sawahan. Dengan raibnya motor Yamaha R25 bernopol M 4742 PK milik Thomas itu, nampaknya menjadi atensi Satreskrim Polrestabes Surabaya. Sehingga, Satreskrim dikabarkan menerjunkan Tim Anti Bandit, Unit Resmob untuk memburu Rico.

"Benar, kami sedang menangani kasus tersebut. Kami sudah menyebar anggota ke lapangan untuk mengidentifikasi pelakunya," sebut Kanit Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, dikonfirmasi terpisah. "Iptu Bima Sakti juga, membenarkan adanya laporan aksi penipuan yang dialami korban (Thomas) tersebut.

Aksi penipuan tersebut diakuinya dilakukan secara rapi, karena pelaku bisa menunjukkan perilaku layaknya seorang pembeli yang sebenarnya. Selain mencoba mengidentifikasi pelaku, lanjut Iptu Bima, pihaknya juga tengah melakukan pengecekan ke BNN Propinsi Jawa Timur maupun Kota Surabaya.

Sebab kepada korban, pelaku mengaku berdinas di BNN. "Tapi sejauh ini, nama pelaku yang dimaksud korban, dan dari rekaman CCTV yang kami kantongi, tidak ada anggota BNN seperti wajah pelaku. Kami masih berusaha mengejarnya," tegas Iptu Bima.

Dari hasil kroscek itulah, Iptu Bima menegaskan jika sang pelaku hampir bisa dipastikan bukanlah anggota polisi yang berdinas di BNN, melainkan gadungan. "Kami berharap warga lebih berhati hati jika melakukan transaksi jual beli secara online. Sebab bisa jadi, pelaku ini masih melakukan aksinya. Mohon doanya agar kami segera bisa menangkap pelakunya," tandas Iptu Bima Sakti.

Editor :