suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

LBH Lacak Dampingi Klien Narkoba Dengan BB 1kg Sabu.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Laporan Mulyono.

Surabaya (Suara Publik.com) - Sidang lanjutan perkara peredaran narkotika jenis sabu yang menyeret Resa Puryono als Ali bin Tahir, laki laki (37) asal Lamongan dan berdomisili di Johar Baru Jakarta Pusat ini untuk duduk dikursi pesakitan sebagai terdakwa.

Bertindak selaku ketua majelis hakim ZAENURI.SH,MH, yang memimpin jalannya persidangan dengan agenda tuntutan, sidang digelar diruang sidang Garuda1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (23/8/2017). Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wilhelmina Manuhutu.SH, dari Kejaksaan Negeri Surabaya menjatuhkan tuntutan selama (12) dua belas tahun penjara, serta denda sebesar Rp 1000,000,000 dan subsidaer (6) enam bulan penjara.

Terkait perkara tersebut, jaksa Wilhelmina mendakwa terdakwa telah melakukan tindak pidana memiliki menyimpan dan mengedarkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Namun tim kuasa hukum terdakwa FARIJI.SH dan Galih Dewangga.SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH Lacak) tidak tinggal diam, dia memohon waktu untuk mengajukan pembelaan (pledoi) saya mohon waktu untuk mengajukan pembelaan pak hakim, ucapnya.

Untuk diketahui, perkara tersebut bermula pada hari Kamis 19 Januari 2017 sekira pukul 08,00 wib, ketika petugas Ditresnarkoba Polda Jatim menangkap terdakwa di kamar No 219 Hotel Fave Max Jalan Tegalsari Surabaya.  Saat dilakukan penggeledahan dikamar tersebut petugas menemukan (1) satu bungkus narkotika jenis sabu seberat 1 Kg yang dikemas dalam bungkus plastik Happy Tos, (1) satu bungkus plastik berisi sabu seberat 2,52 gram, dan seperangkat alat hisap serta (1) satu buah timbangan elektrik.

Ketika di interograsi petugas, terdakwa mengaku jika barang tersebut adalah miliknya yang didapat dari Can Can di Pontianak Kalimantan Barat. Selanjutnya terdakwa segera digiring ke Mapolda Jatim guna pengembangan lebih lanjut...(Mul).    

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper