suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Begal Bersenjata Cabai Merah Disergap Aparat

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Laporan Iwan Dayat.

Pasuruan, Suara-Publik. Maraknya Pelaku Curas (BEGAL) yang sempat menjadi viral di wilayah Kab. Pasuruan, menjadi salah satu atensi khusus Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono, S.I.K. melihat hal tersebut Kapolres langsung memerintahkan seluruh anggotanya untuk bekerja keras dalam memburu dan memberantas Pelaku-pelaku tak berprikemanusiaan itu.

Rabu sore (27/09/2017) sekira pukul 19.00 WIB, Unit Reskrim Polsek Prigen Polres Pasuruan dengan dipimpin langsung Kanit Reskrim Bripka Slamet Prayitno dengan didampingi beberapa anggotanya kembali membuktikan keberhasilannya melalui penangkapan terhadap seorang pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan.

Yakni Nur Hamid (Laki-laki, Umur : 30 tahun, Pekerjaan : Swasta, Alamat : Dsn. Krajan Rt.01 Rw.05 Ds. Karangrejo Kec. Purwosari Kab. Pasuruan) berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Prigen di rumahnya setelah korban melaporkan telah menjadi korban perampasan.

Dia menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban sedang berada di halaman belakang rumahnya. Kala itu, korban sedang memberikan makan hewan ternak sapi miliknya di kandang. Yang tak disadari korban, di salah satu pohon yang tak jauh dari korban, ada pelaku yang sedang 'bertengger' menunggu momentum untuk menyerang korban.

“Secara tiba-tiba, korban dikejutkan dengan sosok misterius yang menggunakan sarung. Sosok itu datang dari langit alias turun dari pohon,” terangnya.

Kehadiran pelaku ini sempat membuat korban panik. Spontan, korban pun berteriak minta tolong. Mendengar teriakan korban, pelaku bergegas melancarkan aksinya.

“Pelaku mengeluarkan cabai merah dari saku celananya. Selanjutnya, cabai merah itu diusapkan ke wajah korban. Yang bersangkutan (korban) tambah panik dan berteriak sekencang mungkin," papar dia.

Saat korban kehilangan pandangannya akibat cabai tersebut, sambung Baktiono, pelaku langsung menarik anting serta kalung korban. Pelaku lalu melarikan diri meninggalkan korban yang matanya perih.

“Untungnya, tak lama kemudian, dua tetangga korban datang menolong meski pelaku sudah melarikan diri. Tetangga korban langsung membawa korban ke rumah dan diberi bantuan untuk membersihkan wajahnya yang terkena cabai,” tandasnya.

Hingga saat ini, Kapolsek Prigen menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami perkara ini. Sebab, ada dugaan kuat pelaku ini merupakan pelaku perampasan atau pencurian kambuhan.

“Kami masih menyelidikinya. Yang jelas, pelaku ini sempat ditahan enam bulan, tiga tahun yang lalu. Saat itu, pelaku kesandung kasus pencurian sapi dan divonis hakim bersalah dengan hukuman enam bulan,” ungkapnya.

Saat dilakukan penyidikan Hamid mengakui kesalahannya. Ia memang berniat merampas anting dan kalung itu untuk membayar utang ke teman-temannya. Setelah dirampas, ia jual kalung dan anting itu ke temannya.

“Kalung dijual dengan harga 750.000 sedangkan anting hanya 350.000. Utang saya 2 juta. Hasil curian itu saja masih kurang kok. Sebenarnya saya tidak ingin masuk bui lagi, tapi bagaimana lagi, saya tidak ada pilihan lain,” pungkas dia.

Dan sekarang pelaku dan barang buktinya yang berupa Satu buah potongan kalung mas dan bukti surat pembelianya, Satu buah kaos warna putih ada simbol partai PKS, Satu buah sarung warna coklat dengan motif, dan satu buah celana pedek (potongan) warna abu-abu di bawah ke Mapolsek Prigen untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.

Akibat ulahnya telah menjadi, kini Nur Hamid harus mendekam didalam Jeruji Besi Tahanan Mapolsek Prigen Polres Pasuruan, untuk menjalani proses penyidikan dan di jerat Pasal 365 KUHP, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper