Laporan: Tom
SURABAYA Suara-Publik. Sekitar 34 kandang merpati di kompleks makam Kembang Kuning Surabaya dirobohkan oleh polisi. Setelah roboh, rumah-rumah burung merpati itu lalu dibakar oleh petugas gabungan dari Polsek Sawahan Surabaya dan dibantu Satpol PP Kecamatan Sawahan kota Surabaya, Minggu (22/10/2017) siang.
Aksi tersebut merupakan rangkain razia yang digelar polisi. Dipimpinpin langsung oleh kapolsek Sawahan Kompol Yulianto, petugas menyisir satu per satu kandang merpati di kawasan Simo Gunung Kramat Timur dan Putat Jaya tersebut.
Razia digelar karena selama ini banyak laporan bahwa merpati-merpati di sana kerap dipakai sebagai ajang judi. Bahkan, judi “doro kentongan” di sana juga kabarnya biasa diikuti oleh banyak warga dari daerah lain.
Operasi perobohan dipimpin oleh Kapolsek Sawahan, Kompol Yulianto. Sasaran pertama, Kompol Yulianto mengarahkan anggotanya ke Komplek Makam kembang Kuning sisi timur. Disini, mereka langsung melakukan penurunan dan pembongkaran sekitar 14 kandang (pagupon) merpati (burung dara).
"Kami juga mengamankan sebanyak 31 burung merpati. Selanjutnya, pagupon burung dara yang sudah diturunkan, langsung kami hancurkan dan bakar. Hal ini kami lakukan agar tidak pegupon baru tidak berdiri lagi. Sebab pegupon pegupon ini kami sinyalir kuat menjadi sarana perjudian," katanya di TKP.
Kemudian sekitar pukul 12.00 Wib, seluruh pasukan bergeser di makam kembang kuning sisi barat. Disini, mereka membongkar sekitar 20 pegupon. Setelah itu, seluruh pegupon langsung dihancurkan. "Untuk disini tidak kami bakar. Karena lokasinya sangat dekat dengan pemukinan warga," tegas Kompol Yulianto.
Operasi pembongkaran puluhan pegupon tersebut berakhir sekitar pukul 13.30 Wib. Kendati sempat menjadi tontonan warga sekitar, namun kegiatan tersebut berlangsung dalam keadaan aman terkendali. "Kami akan tarus pantau wilayah ini. Jika masih ada yang nekat mendirikan pegupon lagi, akan kami tindak tegas," pungkas Kompol Yulianto.
Mantan Kapolsek Sukomanunggal itu juga mengatakan, Kami sengaja membakar kandang-kandang itu untuk memberi efek jera kepada pelakunya. Supaya, tidak ada lagi aksi perjudian seperti yang banyak dilaporkan itu,” sambungnya. Kabarnya, aksi perjudian merpati di kawasan itu sudah lama berlangsung. biasanya, aksi perjudian berlangsung pada sore hari hingga menjelang malam. Taruhannya juga besar, bisa mencapai puluhan juta rupiah dana sekali main.
Editor : Redaksi