Laporan Achmad.
Surabaya Suara-Publik. Pemuda merupakan pelaku sejarah yg tak bisa dilupakan dari proses memerdekakan Indonesia. Dulu, peran pemuda melawan penjajah sangat gigih. Karena penjajahan tidak senafas dengan nilai2 kemanusiaan dan konstitusi. Saat ini bangsa Indonesia menghadapi beragam pola penjajahan baru. Kejahatan terorisme terus menyasar anak dan remaja. Ini menu baru penjajahan di era kini.
Bahkan mereka merupakan kelompok sasaran strategis yg terus diincar. Dipihak lain, ekspansi distribusi pornografi semakin serius yg menjadikan anak sebagai target. Inilah yg seringkali memicu anak sebagai pelaku penyimpangan seksual, selain faktor disfungsi pengasuhan, minimnya kontrol sosial serta adanya kecenderungan bergesernya standar nilai-nilai etik di masyarakat.
Selain itu, kejahatan berbasis cyber telah menjadi pilihan modus baru bagi pelaku kejahatan. Bandar narkoba tak lagi menggunakan pola2 manual dalam perdagangan narkotika, namun strateginya bergeser menggunakan pendekatan teknologi. Pergerakan ini semakin menyulitkan orang sekitar anak, dalam memantau sindikat ini. Untuk kelompok ortu tertentu modus ini tentu menjadikan ortu semakin kuwalahan memastikan anak agar tak terpapar narkotika, apalagi seringkali modusnya sangat rapih.
Eksploitasi anak untuk kepentingan ekonomi juga masih cukup serius. Terbaru ada dugaan pabrik petasan di tengerang menghebohkan publik. Ia diduga melibatkan anak bekerja di sektor berbahaya dengan gaji rendah dan target tinggi Mengingat maraknya kasus kejahatan terhadap anak, peran pemuda sangat diperlukan. Peringatan hari sumpah pemuda harus dijadikan momentum untuk menggelorakan semangat jihad melawan kejahatan terhadap anak.
Pemuda tak boleh kalah dengan pelaku kejahatan anak. Pencegahan harus menjadi gerakan kolektif pemuda. Penanganan kasus anak harus menjadi panggilan jiwa pemuda. Maka, cegah dengan cara yg jitu, agar anak indonesia terselamatkan dari paparan kejahatan. Selamat hari sumpah pemuda. Karena peran pemuda, Indonesia ramah anak akan terwujud . Menteng, 28 Oktober 2017. Ketua KPAI Dr. Susanto, MA
Editor : Redaksi