suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Produk Raja Tape 31 Binaan Diskoperindag, Tembus Pasar Luar Pulau Jawa.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Nining Saat Memantau Pekerja Raja Tape 31, Agar tetap Higienis dan Layak Eksport.
Nining Saat Memantau Pekerja Raja Tape 31, Agar tetap Higienis dan Layak Eksport.

Dilaporkan oleh : Hery

BONDOWOSO, (Suara Publik) - Pengusaha Raja Tape 31 asal Bondowoso, yang ditekuni secara turun menurun sejak tahun 1987, kini perkembangannya semakin pesat, setetah ada intervensi dari Dinas Koperasi perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso.

Bahkan, tidak jarang perusahaan Raja Tape 31 ini menjadi tempat study banding dari luar kota, hanya untuk mempelajari cara membuat tape dan produk olahan tape lainnya, sehingga tape Bondowoso yang menjadi ikon terus mengalami peningkatan.

Parayoga Tri Widodo, mengungkapkan, usaha tape ini merupakan warisan orang tua, yang terus dikembangkan hingga sekarang. Apalagi setelah ada pembinaan dan promosi dari Diskoperindag, sehingga Raja Tape 31 ini banyak dilirik oleh penggemar tape.

“Kami telah membuka agen penjualan dibeberapa daerah, seperti Probolinggo dan Surabaya. Bahkan, kami sudah bekerjasama dengan Transmart.

Jadi penjualan tape kami sudah bisa didapatkan di toko moderen, tidak hanya itu, kami juga menjual secara online, ” kata pemilik peruhasaan tape ini.

Permintaan tape tidak hanya di daerah Jawa saja, akan tetapi sudah merambah ke Batam, Bali, dan sejumlah kota-kota besar lainnya. Bahkan, pernah melakukan eksport ke Belanda.

“Untuk memenuhi permintaan pasar yang besar, kami sudah mempekerjakan 15 orang tenaga kerja, ditambah lagi 4 orang siswa SMK Grujugan yang melaksanakan PKL disini, dan pekerja tetap dibayar menurut UMK,”tegasnya.

Prayogo, mengaku bahwa omset penjualan tape setiap harinya sudah mencapai 1000 kotak. Selain itu juga diproduksi tape olahan, seperti tape bakar, bronis dan olahan tape lainnya, hal ini untuk memenuhi permintaan pasar yang sangat besar.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari campur tangan Pemerintah yang terus mendorong kami untuk meningkatkan kwalitas produk tape kami, dan terbukti Raja Tape sudah dikenal dimana-mana, ini semua atas upaya Diskoperindag untuk menjadi lebih baik,”akunya.

Sementara itu, bahan baku singkong didapat dari petani daerah Kecamatan Tamanan. Sebab, kwalitas singkongnya cukup bagus, sehingga cocok untuk diproduksi sebagai tape, dan itu sudah berlangganan sejak lama.

Ditempat yang sama, Kabid Perindustrian, Agung Hidayat,SE, melalui Kasi Industri Agro dan Hasil Hutan, Nur Cahya Ningrum, mengaku sangat bangga atas prestasi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang telah berhasil meningkatkan hasil produksinya hingga tembus dipasaran Nasional.

“Yang terpenting, IKM itu dapat membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan Raja Tape 31, yang sudah mempekerjakan 15 orang tenaga kerja,”kata perempuan yang akrab disapa Nining ini.

Menurutnya, upaya pemerintah tidak hanya melakukan pembinaan kwalitas produksi, yang berskala regional dan Nasional, akan tetapi masalah pemasaran, melalui pemeran di berbagai even Nasional, termasuk pula perijinan perusahan dan label halal.

“Ini kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab kami dari pemerintah yang harus terus melakukan upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku IKM di seluruh kabupaten Bondowoso,”imbuhnya.(*)

Editor :