suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Menara Air PDAM Pasuruan, Legenda Yang Terbengkalai

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Laporan Iwan Dayat.

Pasuruan Suara-Publik.com Menara Air milik pemerintah kota Pasuruan dan sempat dikelola oleh PDAM kota Pasuruan yang berada di Jalan Alun-Alun utara Kota Pasuruan saat ini terbengkalai dengan keadaan yang sangat kumuh.

Bangunan Menara Air ini didirikan pada tahun 1919 oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai tempat pepungan air yg akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Pasuruan, dan sekaligus berfungsi untuk mendistribusikan air minum bagi warga Pasuruan. 

Biasanya menara air tersebut dibangun di tengah kota, termasuk yang ada di Kota Pasuruan, didirikan di dekat Alun-Alun yang dikenal dalam bahasa Belanda dengan sebutan, (De watertoren aan de aloen-aloen te Pasoeroean). 

Berkaitan dengan pemenuhan air tersebut, pasokan air untuk Menara Air (watertoren) tersebut berasal dari sumber air yang terdapat di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. 

Sumber air Umbulan ditemukan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916, dan pada tahun berikutnya, yaitu tahun 1917, sumber air tersebut dikelola oleh Inlando Water Bedrijf. 

Kendati ditujukan untuk pemenuhan air minum bagi masyarakat Pasuruan, namun tidak semua masyarakat Pasuruan dapat memanfaatkan air dari Menara Air tersebut. Hanya orang2 Belanda dan golongan menengah ke atas saja yg diperkenankan memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. 

Masyarakat pribumi masih menggunakan sumur2 untuk memenuhi kebutuhan air dalam kesehariannya. 

Bangunan menara air di Kota Pasuruan ini, sekarang dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah, (Perusda) Air Minum Kota Pasuruan, atau yang dikenal dengan PDAM. Menara air ini bukan sekadar menyediakan air bersih kepada masyarakat melalui sistem perpipaan, melainkan juga menjadi salah satu ikon yang ada di Kota Pasuruan. 

Menara air peninggalan kolonial Belanda ini menjadi heritage yang masih meninggalkan jejak berupa bangunan menjulang tinggi yang kokoh dan khas. 

Asnawi selaku pemerhati karya seni dan sejarah di kota Pasuruan kepada Suara-Publik.com mengungkapkan akan keprihatinya terhadap keadaan menara bersejarah tersebut.

" Pasuruan bila akan dicanangkan sebagai Kota PUSAKA seharusnya lebih bisa mengedepankan nilai seni dan sejarah dari Kota Pasuruan itu sendiri dan salah satunya dengan merawat aset sejarah seni Kota Pasuruan yang salah satunya yakni menara air ini, " Tukas Asnawi yang berprofesi sebagai guru senirupa di salah satu sekolah menengah pertama di Kota Pasuruan.

Editor :