Laporan Arif Tiasa.
Surabaya Suara-publik.com - Hari pertama pelaksanaan UNBK SMK, Senin (2/4), Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kepala Dispendik Jatim Saiful Rachman melakukan peninjauan langsung di SMK Negeri 2 Surabaya.
Ada hal yang menarik dan ditonjolkan SMK Negeri 2 Surabaya pada UNBK setiap tahunnya semenjak diberlakukan sistem online untuk mengerjakan soal ujian nasional itu.
Diantaranya, pemantauan siswa-siswi dengan menggunakan kamera CCTV yang dipasang di setiap ruang ujian. “Saya kira ini adalah progres yang menarik, dengan menggunakan teknologi CCTV. Jadi pengawasan tidak di dalam, tapi di luar juga. Kemudian mereka percaya, pengawasan ini serius.
Mereka (peserta UNBK) itu harus jujur karena ada CCTV yang mantau mereka saat mengerjakan soal-soal itu,” kata Djoko Pratmojo Y.U. MM, kepala SMKN 2 Surabaya.
Asal tau saja, sekolah yang berada di jl. Tentara Genie Pelajar no. 26 Petomon Surabaya ini menjadi jujugan pertama sidak kedua pejabat tinggi di jatim tersebut.
Djoko Pratmodjo menambahkan, sekitar 914 peserta mengikuti UNBK, yang dibagi 3 sift dan ada 16 ruang ujian lokal yang sudah dipersiapkan dengan dilengkapi kamera CCTV. Ia mengaku pada tahun ini tidak ditemukan kendala apapun.
“Kami juga sudah menyediakan mesin jenset jika sewaktu-waktu mati lampu. Jadi otomatis tersambung dengan jenset,” ujarnya.
Sementara itu, Saiful Rachman kepala Dispendik Jatim mengatakan, UNBK kali ini pihaknya telah bekerjasama dan koordinasi dengan PLN Jatim untuk menghindari padam listrik saat UNBK berlangsung.
Karena menurut Saiful, UNBK ini identik menggunakan listrik dan jaringan internet. Sedangkan masalah internet, lanjut Saiful semuanya telah ter-cover oleh pusat. Terutama pengecekan ulang pada server telah dilakukan sejak tadi malam, Minggu (1/4).
“Jadi dari pihak penyedia layanan juga menyiapkan server cadangan jika ditemui ada masalah pada server utama. Saya yakin 100 persen UNBK ini berjalan lancar,” pungkas Saiful. (Arif)
Editor : Redaksi