suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Miliki 4 Room Vip Karaoke, Warung Nasi di Telaga Ngipik Ternyata Sediakan Ini.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Bercelana Hitam seret kuning baju atasan merah wajahya diblur, adalah gadis dibawah umur yg bekerja menemani tamu.
Foto: Bercelana Hitam seret kuning baju atasan merah wajahya diblur, adalah gadis dibawah umur yg bekerja menemani tamu.

Laporan Nur Wahyudi.

Gresik,suara-publik.com Upaya aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban terhadap warung 'janda' di Kabupaten Gresik yang dinilai ilegal karena membuka praktik karaoke, agaknya perlu dipertanyakan 

Pasalnya, masih banyak warung 'Kopi susu' yang nekat beroperasi meski melanggar aturan. Bahkan, warung kopi tersebut selain menyediakan tempat karaoke, patut diduga kuat juga menjadi lokasi awal kencan dari pemandu karaoke (PK) dengan tamunya.

Ada perbedaan tarif jika hendak meneruskan berkencan, atau hanya sekadar menemani bernyanyi.

Hasil penelusuran suara-publik.com , ditemukan puluhan kafe berbungkus warung kopi di kawasan area Telaga ngipik, sepanjang jl. Siti Fatimah Binti Maimun Kecamatan Gresik dan sepanjang jalan arah Desa Peganden Kec. Manyar semakin bebas beroperasi.

suara-publik.com pun singgah di salah satu Kafe di telaga ngipik, terlihat jelas tulisan di depan Warung, 'Mama eksis 27', yang menyediakan Nasi, Kopi, minuman ringan dll, lebih mengagetkan, Warung nasi itu juga mempunyai 4 room VIP karaoke dan menyediakan purel atau pemandu lagu dengan tarif perjam Rp.100 ribu, untuk sewa room perjam Rp.60 ribu.

Selain itu, yang lebih membuat miris, di Kafe putri ayu misalnya, ditemukan wanita pekerja dibawah umur sedang asyik menemani pengunjung bernyanyi. Ini sekaligus menegaskan jika Kafe berkedok warung kopi tersebut diduga menjadi lokasi transaksi awal praktik prostitusi.

Sebut saja M (24), dia yang sebelumnya bekerja di pitrad di wilayah surabaya kini menggantungkan penghasilan bekerja di warung kopi tersebut, sebagai 'lady ekscort' , karena memang disediakan fasilitas karaoke. Biasanya, ada pengunjung yang datang ke lokasi meminta untuk menemaninya 'naik gunung' ”di sini biasanya ada pria yang datang dan meminta kencan.

Karena memang di sini (warung kopi), hanya sebagai tempat untuk karaoke saja, kalau cocok ya cari tempat diluar mas,” katanya. Menurut pengakuannya, jika dirinya hanya diminta untuk menemani bernyanyi saja. Biasanya tarif yang dipatok cukup murah.

Penghasilan yang lumayan dari bisnis ini, menjadi salah satu alasan kenapa banyak yang melanggar aturan demi bisa mengoperasikan bisnis tersebut. Itu sebabnya, meski berulangkali dirazia, namun masih tidak kapok juga.

Kasatpol PP Gresik, Achmad Nuruddin mengatakan, pihaknya memang sering mengadakan operasi atau razia ke warung-warung kopi yang melanggar aturan. "Sudah pernah kita operasi itu, barang buktinya masih banyak di kita,” terangnya saat di hubungi, Kamis (3/5). Menurut Nuruddin, pihaknya sudah berulangkali melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di kawasan warung kopi di Wilayah itu. Namun, mereka tetap membandel dan masih menyediakan Fasilitas karaoke dan Wanita pemandu lagu kendati sudah beberapa kali terjaring razia.

”Tapi kami juga tidak menyerah. Kami akan terus melakukan razia, supaya pemilik warung juga jera,” tegasnya.

Dikatakan Nuruddin, warung kopi ini sudah menjadi target operasi (TO), karena sudah meresahkan masyarakat. Pihaknya mendapatkan banyak laporan dari Masyarakat, yang resah dengan keberadaan warung. "Ke depannya, kami akan meningkatkan razia ini supaya ada efek jera,” imbuhnya.

Editor :