suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Penyelundup 31 Ribu Benih Benur, di Bongkar Ditpolair Polda Jatim.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Ditpolair bersama Kabid Humas Polda Jatim menunjukkan barang bukti.
Foto: Ditpolair bersama Kabid Humas Polda Jatim menunjukkan barang bukti.

Laporan Tom.

SURABAYA suara-publik.com - Direktorat Polair Polda Jatim menggungkap penyelundupan 31 ribu benih Benur ke Singapura. Nilai benih benur itu mencapai Rp 6,3 miliar. 

Kasus bermula dari informasi adanya pergerakan pengiriman benih benur dari Surabaya ke Singapura dan Vietnam "Ada tiga lokasi yang kami ikuti, Banyuwangi, Jember dan pengepul besar di Surabaya dan rencananya benih benur ini akan diekspor ke Singapura," ujar Dirpolair Polda Jatim, Kombes Pol Agusli Rasyid, Senin (7/5) siang. 

Selain itu, juga ikut diamankan peralatan pengemasan yaitu akuarium, filter, tabung oxygen, serta kantong plastik. 

Tidak hanya itu, empat tersangka yang yang berinisial FS, S, FF dan M, juga turut diamankan petugas,"Ke empat tersangka ini, memiliki peran yang berbeda," ujarnya. Dalam penangkapan tersebut, Kepolisian membutuhkan waktu selama dua minggu untuk mengintai para pengepul benur yang masih kecil tersebut. 

Dari hasil penyidikan, empat tersangka yang diamankan tersebut telah lama beroperasi. Mereka memang menunggu musim benur itu menetas dan langsung menjaring benur ditengah laut yang tersapu ombak menuju perairan dangkal. Empat tersangka itu mengirim benur melalui jalur udara dengan invoice pakaian ke Singapura dan Vietnam untuk mengelabuhi petugas bandara.

"Jadi mereka mengepak benur ini dalam botol yang kemudian ditata dalam koper besar. Selanjutnya ditutupi oleh pakaian berikut dokumen yang disertakan juga palsu," imbuhnya. Para tersangka kerap melakukan aksinya pada malam hari. Mereka membeli benur itu dari para nelayan di Banyuwangi, Jember dan  daerah pesisir Pantai Selatan Jawa. 

Saat ditangkap, empat tersangka yang mengepul benur dari nelayan tersebut menyewa kamar kos di Surabaya. "Mereka mengemas benur itu di kamar kos dan kami tangkap tanpa perlawanan. Asal mereka ada dari Jakarta, Bangka dan Banguwangi," pungkasnya.

Editor :