Laporan Ismail.
Surabaya, Suara Publik Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Widodo Eko Prihastopo,M.M. didampingi pejabat utama Polda Jatim diantaranya, Irwasda Kombes Pol Drs. Sutarjo, Karo Ops Kombes. Drs. Hery Sitompul, Kabidkeu Kombes Pol. Drs. Sapto Probowo, Turut pula, Karosarpras Kombes Pol Drs. Teguh, Dir Polairud Kombes Pol Drs Agusli Rasyid, Dir Binmas Kombes Pol Drs. Gamar Basri, Dir. Tahti Kombes Pol Yupito, Karorena kombes pol Drs. Achmad Yani, Ka SPKT AKBP Cecep,S.I.K dan AKBP Didik Subiyantoro dari Labfor melaksanakan kontrol atau patroli ke beberapa Gereja.
Sebelumnya rombongan menuju gedung Grahadi untuk ber koordinasi Wakapolda bersama Kapolda, Pangdam V Brawijaya, Gubernur dan pejabat Utama saat melakukan Greeting Asian games di depan gedung Grahadi.
Selanjutnya Wakapolda dan rombongan menuju Gereja Pantekosta Pusat Surabaya yang terletak di Jl. Arjuno 90 atau jl. Bromo I / 11 Surabaya sekira pukul 07.30 Wib.
Dalam Sambutannya Wakapolda Jatim menyatakan ikut bela sungkawa atas meninggalnya tujuh orang jemaat gereja, sehubungan dengan kejadian meledaknya bom di tiga gereja yang dilakukan para oknum teroris yang tidak bertanggungjawab.
Sebagaimana pernyataan Wakapolda, tidak ada agama apapun di dunia ini yang membenarkan tindakan membunuh manusia, kalau ada itu hanya berkedok agama dan itu merupakan tindakan kriminal. Teroris selalu bertindak menimbulkan rasa takut, dan bila kita merasa ketakutan maka teroris merasa berhasil.
Mari kedepannya kita bangkitkan kegiatan kembali dan jangan ada rasa takut lagi, ujarmya.
Menurut Wakapolda, Forkopimda saat ini dan kedepan sudah lakukan langkah-langkah preventif. Kedepan marilah kita bangun kewaspadaan mulai dari diri pribadi, lingkungan dan seterusnya. Kami kepolisian punya data, dan biarkan kami melakukan langkah langkah penindakan, kami harap bantuan bapak ibu sekalian. Tolong CCTV di lingkungan gereja diperbanyak dan pintu dibenahi untuk cegah kejadian yang serupa.
“Jangan percaya terhadap akun media sosial yang hanya melakukan hasutan untuk mengotori jiwa kita. Saya pribadi merasa sedih, dulu hal ini terjadi di luar negeri sekarang sudah melanda negara kita. Biar negara yang memikirkan negara atau pemerintah yang memikirkan langkah langkah pencegahan atau penindakan terhadap aksi terorisme ini” ujarnya.
Selanjutnya Wakpolda dan rombongan melanjutkan peninjauan di Gereja GKA Elyon jl. Pregolan bunder 46-48 Surabaya sekitar pukul 08.00 Wib.
Disini juga memberi sambutan yang sama dengan di GPPS, seluruh Forkopimda melakukan giat yang sama yaitu melihat kondisi giat ibadah di gereja gereja tentunya tidak semua gereja. Beberapa hari yang lalu telah terjadi kejahatan kemanusia yang dilakukan teroris dengan berkedok agama, bukan agama islam.
Semua agama tidak membenarkan untuk membunuh manusia. Orang baik yaitu orang yang bermanfaat terhadap orang lain. Kalau kejadian ini akan membuka luka, marilah kita kedepan melakukan pengamanan terhadap daerah masing masing.
Satuan densus sampai saat ini masih bergerak untuk menindak lanjuti kasus ini. Kami menghimbau pihak gereja juga melakukan langkah preventif spesifik yaitu menambah CCTV dan tenaga pengamanan, bukan kami tidak mampu dalam pengamanan, tetapi karena keterbatasan personil kepolisian.
Bukan rasa takut yang kita bahas sekarang, bukan juga rasa keberhasilan teroris, tetapi kita harus meningkatkan kewaspadaan dimanapun kita berada dan jalankan kehidupan sepertinya kebiasaan yang telah berjalan.
Tentang keberadaan mayat teroris yang masih di RS Bhayangkara tersebut, awak media menyempatkan diri untuk bertanya langsung kepada Wakapolda terkait penanganan mayat terduga teroris.
Wakapolda langsung menjawab, bahwa para teroris yang mati, wajib dimandikan dikafani, disholati dan di kubur. Sedangkan bagi para keluarga teroris yang tidak mengambil jenasah tersebut, maka akan diambil alih oleh pemerintah dan dikuburkan..
Editor : Redaksi