suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tim Gegana Datang, Warga Balongsari Tama Geger.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Tim Gegana dan Anggota Polsek Tandes disibukan memeriksa tas yang tertinggal di Ritel Balongsari Tama.
Foto: Tim Gegana dan Anggota Polsek Tandes disibukan memeriksa tas yang tertinggal di Ritel Balongsari Tama.

Laporan : Tom

SURABAYA suara-publik.com - Warga Jl Balongsari Tama Surabaya Kamis sekitar pukul 19.00 WIB, digegerkan dengan temuan tas warna hitam diduga berisi bom. Tas mencurigakan tersebut ditemukan persis didepan Indomaret Balongsari.

Menurut salah seorang saksi mata bernama Abdul Haris menyebutkan, sekitar pukul 19.00 WIB ada salah seorang pria yang meninggalkan tas didepan Indomaret dengan tergesa gesa meninggalkan tas dan hampir dua jam lamanya tas itu ditinggalkan begitu saja. 

Kami merasa curiga, selanjutnya karyawan Indomaret saya suruh lapor kepolsek Tandes," kata Abdul Haris saat ditemui dilokasi.

Tak lama kemudian Kepolisian dari Polsek Tandes dan Tim Gegana Polda Jatim tiba dilokasi dan langsung memasang garis pembatas polisi (police line).

Dengan sigap tim penjinak bom pun menjalankan aksinya. Dengan berpakaian lengkap menggunakan baju Jibom yaitu Bodyarmour, salah seorang anggota Gegana mendekati tas tersebut dengan perlahan dan penuh kehati-hatian.

Sementara petugas lainnya memantau melalui layar detector, dan yang lainnya lagi mengamankan lalulintas yang sempat macet beberapa menit. "Setelah memastikan barang tersebut bisa dijinakan, ternyata salah seorang pria pemilik tas tersebut datang dan mengatakan itu tas saya pak, itu hanya berisi Laptop dan kabel. Pria tersebut diketahui bernama Teguh warga Jl Manukan Wetan Surabaya.

"Sementara itu Kapolsek Tandes Kompol Sofwan menjelaskan, ya tadi kami mendapat laporan dari salah satu karyawan Indomaret ada orang yang meninggalkan sebuah tas ransel ditinggal dengan sangat tergesa-gesa. Setelah itu saya lakukan pengecekan karena situasi seperti ini Kita takut sekali terjadi aksi teror. Sehingga kita mendatangkan Jibom setelah Jibom sudah datang kemudian dan berganti pakaian dan akan melaksanakan eksekusi.

Kemudian tiba-tiba ada seorang pria datang yang mengaku Pemilik tas tersebut. Selanjutnya saya suruh ngecek ternyata betul memang itu tasnya yang berisi laptop sama kabel-kabel sama dokumen-dokumen yang ada sehingga kita tahu ternyaata itu bukan aksi teror ," terang Sofwan saat di konfirmasi dilokasi.

Editor :