suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Alumni SMP Prajamukti 1995, Berbagi Takjil di Patung Suroboyo.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Alumni SMP Prajamukti saat persiapan bagi bagi Takjil.
Foto: Alumni SMP Prajamukti saat persiapan bagi bagi Takjil.

Laporan Arif Tiasa.

Surabaya, suara-publik.com - Para Alumni SMP Praja Mukti, Jl. Kupang Segunting III No. 12-C, DR Soetomo, Tegalsari Surabaya, Angkatan tahun 1995 telah bagi-bagi takjil di depan Monument patung Suroboyo (Kebun Binatang) Surabaya.

Kegiatan ini dilakukan sejak sore hingga menjelang tarawih. Menurut koordinator Dr. Wahyu Ika Rini, kami yang sudah 23 tahun berpisah, bersyukur masih bisa bertemu kembali di bulan Ramadhan penuh rahmat. Masih kata Rini, kami yang umumnya sudah melewati masa tugas dan berkarya, semoga di bulan yang penuh Rahmad ini bisa membantu berbuka puasa bagi kaum muslim yang ada dijalan, paparnya.

Dengan momen Buber dan berbagi takjil ini, telah dirasakan kegembiraan dalam pertemuan para alumni SMP Praja Mukti ini, meski terasa sesaat. Namun, yang lebih berarti, kebersamaan teman-teman ini, dan rasa syukur itu mereka ungkapkan dengan bagi-bagi takjil kepada para pengguna jalan depan Monumen patung Suroboyo, Kebun Binatang Surabaya,” pungkas Rini.

Sementara Adi Lelono alumni Prajamukti yang juga sebagai ketua RT di Dukuh Pakis menyatakan, sekitar 100 paket makanan dan minuman yang mereka bagikan cepat habis. Dan ini sempat memacetkan arus lalulintas, tambahnya.

Dari lulusan tahun 1995 ini, yang terjaring aktif melalui WhatsApp sekitar 99 orang, dan yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 50 alumni. Ditambahkan, reuni dan bagi-bagi takjil seperti ini dimungkinkan akan dilakukan kembali dalam Ramadhan tahun depan, setelah ada kesepakatan dan anggarannya terkumpul lagi.

“Ini kami lakukan agar silaturahmi Alumni Tahun 1995 SMP Praja Mukti, Jl. Kupang Segunting III No. 12-C, DR Soetomo, Tegalsari Surabaya tidak putus dan tetap bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi yang mendapat pembagian takjil,” pungkas Adi Lelono. (Arif)

Editor :