suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pada Aksi Seribu Lilin, Sejumlah Perempuan Ikut Dukung KPK Usut Tuntas Penjualan TN

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Kaum Perempuan pun turut dukung KPK usut penjualan Tanah Negara.
Foto: Kaum Perempuan pun turut dukung KPK usut penjualan Tanah Negara.

Laporan : Mahfud Susyanto. 

BONDOWOSO, Suara-Publik.com - Dukungan masyarakat terhadap aksi sosial yang dilakukan oleh aliansi masyarakat cinta Bondowoso (Amacibo) kepada korban penjualan tanah negara, mendapat respon positif.

Tidak sedikit peserta aksi menangis histeris ketika rombongan korban datang ditengah aksi. Ribuan masa menaruh empati dan prihatin atas perlakuan para pejabat Pemkab Bondowoso yang telah merampas kehidupannya.

Salah satu peserta aksi, Mardiana, mengaku sangat prihatin kepada korban kebijakan pemkab Bondowoso, yang seharusnya mereka difasilitasi untuk dapat memiliki tanah negara itu menjadi hak milik, sesuai dengan visi misi Bupati yang ingin mensejahterakan rakyatnya ketika memimpin Bondowoso.

Namun, menurut Mardiana, yang dilakukan oleh Bupati justru bukan mensejahterakan rakyatnya, tapi menyengsarakan rakyatnya, dengan dalih tanah negara sekarang dibutuhkan oleh negara.

"Yang saya katakan ini fakta dan nyata, coba lihat sekarang, dulu sebelum tanah itu diambil oleh yang mengatasnamakan negara, mereka masih bisa menanam jagung. Tapi sekarang mereka harus mencari daun dihutan kemudian dijual ke pasar,"katanya sambil mengusap air matanya.

Mereka yang asalnya hidupnya pas pasan kini mereka tambah memperparah keadaan, sehingga mereka dibuat sengsara hidupnya. "Apakah ini yang diinginkan oleh pemerintah kabupaten Bondowoso,"tanya perempuan berjilbab ini.

Adanya aksi mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, Mardiana dan sejumlah kaum perempuan mendesak penegak hukum KPK agar segera melakukan tindakan nyata untuk memproses penyalahgunaan wewenang dengan merampas tanah yang selama ini dikelola oleh masyarakat, dengan berdalih atas nama undang-undang dan negara.

"Yang menjadi pertanyaan, berapa miliar hasil gratifikasi yang mereka dapat dari hasil penjualan tanah negara?,"imbuhnya.

Editor :