suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

1 Pelaku Pembunuhan di Educity Aprt. Diringkus, 3 Lainnya Dalam Pengejaran.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Kasat Reskrim AKBP Sudamiran didampingi Kanit Resmob Iptu Bima Sakti saat rilis pelaku pembunuhan(baju merah) AP di Apartemen Educity.
Foto: Kasat Reskrim AKBP Sudamiran didampingi Kanit Resmob Iptu Bima Sakti saat rilis pelaku pembunuhan(baju merah) AP di Apartemen Educity.

Laporan: Tom.

SURABAYA suara-publik.com - Setelah menangkap SP (33) warga asal asal Jalan HM Suwignyo, Kel. Sungai Jawi, Pontianak, kini, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya fokus memburu 3 pelaku lain yaitu RD, IM dan RY.

Tidak hanya itu, mereka juga mengejar VA, penyewa kamar apartemen yang juga kekasih RD. RD, IM dan RY serta SP inilah yang membunuh AP (40) warga asal asal Paseban, Senen, Jakarta Pusat, yang mayatnya ditemukan di kamar lantai 17 Apartemen Educity Surabaya, Senin (28/5/2018) pagi lalu.

RD merupakan sosok yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan ini. Perempuan berinisial VA yang disebut merupakan penyewa kamar memang terlibat dalam pembunuhan ini. Perempuan ini, kata Sudamiran, diduga masih bersama pelaku utama.

Untuk motifnya, Sudamiran menyebut narkoba dan cemburu. "Ada dua motif yakni bisnis narkoba dan cemburu," lanjut Sudamiran.

Sementara itu, Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti mengemukakan, RD bukan sosok yang main-main. Dia merupakan residivis perampokan. Dia pernah ditangkap Polres Pacitan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara.

Saat jadi perampok, RD mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan. Dan saat beraksi di Pacitan, dia melukai korbannya dan polisi. "Kami sudah menyebar tim ke beberapa daerah yang kami curigai menjadi tempat persembunyian RD. Kami tidak akan berhenti hingga RD tertangkap," tegas Bima.

AP (40), warga Senen, Jakarta Pusat ditemukan tewas di kamar 17 Apartemen Educity pada Senin (25/5). Mayat AP ditemukan bersimbah darah di kamar mandi. Polisi menemukan ada luka tusuk di perut dan dada AP. 

Editor :