Laporan : Tom.
SURABAYA suara- publik.com - Dua jembret belia ini mungkin sudah waktunya apes. Betapa tidak, selain babak belur dimassa, motor Satria FU yang mereka tunggangi saat beraksi, ikut raib.
Keduanya dimassa di Jalan Banyu Urip Surabaya setelah merampas tas korbannya.
Peristiwa itu terjadi Rabu (4/7/2018) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kedua pelaku yang masih belia itu, berinisial GS dan YH. Keduanya sama-sama masih berusia 17 tahun dan berasal dari satu kampung di kawasan Tambak Asri, Surabaya.
Kronologisnya, korban bernama Satria Aji Budi Wicaksono (20), warga Jalan Brawijaya Kedurus Surabaya, melintas di Jalan Banyu Urip, tiba-tiba motor yang dikendarai korban dipepet kedua pelaku dari arah kiri.
Selanjutnya salah seorang tersangka menarik paksa tas yang sedang dibawa oleh korban. "Sesaat setelah kejadian tersebut, korban langsung melakukan pengejaran. Di sekitar Jalan Simo Pasar, korban berhasil memepet motor tersangka dan menendang sepeda motornya hingga jatuh. Pelaku yang terjatuh dari motornya, sempat melarikan diri kemudian diteriaki maling oleh korban.
Warga yang mengetahui kejadian ini lalu melakukan pengejaran dan menangkapnya, warga yang geram atas ulah pelaku jambret ini langsung menghajarnya dengan tangan kosong.
Anggota Oprasional (Opsnal) Polsek Sukomanunggal yang saat itu sedang melintasi di Tempat Kejadian Perkara(TKP) dengan sigap langsung mengamankan pelaku dari amukan massa.
Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Surabaya mengatakan, pelaku hingga Rabu siang, masih diperiksa intensif. Barang bukti kejahatan berupa uang tunai Rp. 150 ribu dan tas warna hitam milik korban juga disita.
"Sudah keempat kali ini kedua pelaku menjambret. Dua kali di Gresik, sekali di Asemrowo dan sekali di sini (Sukomanunggal)," ungkap Misdianto.
Lantas kemana motor Satria FU milik kedua pelaku? Misdianto menyebut, pihaknya masih berusaha mencarinya. Tapi menurut kedua pelaku, ada dugaan motor itu dibawa dua temannya yang bertugas menjadi 'pengipas'. "Katanya mereka berempat saat melakukan perampasan itu. Kami masih telusuri," pungkasnya.
Editor : Redaksi