Laporan : Mahfud Susyanto
BONDOWOSO. suara-publik.com - Sedikitnya 8 hektar tanah sawah milik Pemerintah Kabupaten Bondowoso, saat ini dikelola oleh Dinas Pertanian. Aset tersebut tersebar di berbagai tempat.
Namun, kontribusinya kepada pendapatan asli daerah (PAD) tidak jelas. Terkait dengan aset sawah tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso, Andi Hermanto, angkat bicara. Pasalnya ia mendapat informasi dari masyarakat kalau pengelolaan sawah tersebut diduga tidak tertib, dan terkesan dimonopoli oleh oknum.
"Meningkatnya produksi pertanian yang sangat pesat, dapat dilihat dari perubahan ekonomi masyarakat petani, terutama di masing masing Desa, ini menujukkan bahwa masyarakat petani sudah makmur,"kata Andi Hermanto.
Menurutnya, produksi pertanian padi, jika dikalkulasi dari pembiayaan hingga panen, antara lain, biaya produksi 1 hektar, sedangkan harga GKS saat ini Rp 3.700/kilogram. "Pengalaman saya dalam 1 hektar minimal dapat menghasilkan Gabah 6 ton (6000 kg), dengan Gabah 6000 kg x 3.700,-= Rp 22.200.000,-. Jadi hasil bersih pengelolaan tanah sawah dalam 1 hektar Rp 22.200.000,- -- 7.500.000,- = 15.000.000,-
Disini sudah jelas keuntungan dalam mengelola sawah satu hektar meraup keuntungan Rp 15.000.000,-,"katanya.
Disisi lain sawah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso, yang dikelola Dinas Pertanian, berada di Desa Mengok 1,5 hektar, Maskuning 2 hektar, Tangsil wetan 2,4 hektar dan Bandilan 2 hektar. Kalau dihitung secara keseluruhan ada 8 hektar.
Rata-rata keuntungan, 15.000.000,- x 8 hektar = 120.000.000,-dalam satu kali panen. ketika dijumlah dalam 3 kali panen dalam (1.tahun), 360.000.000,-. "Maka, jumlah itu yang sangat luar biasa.
Oleh karena itu saya minta kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, agar menertibkan menejemen dan pelaporannya,"pinta Andi.
Suara-publik.com saat menemui pengelola sawah di Desa Bandilan seluas 2 hektar, Pak. Budi, membenarkan kalau dirinya yang mengelola sawah tersebut, dan setiap panen disetor kepada Bendahara Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso sejumlah Rp 5.000.000,-perpanen.
"Saya mengelola sawah itu hanya satu tahun, saat ini pengelolaan sawah diserahkan kepada orang Dinas Pertanian, karena saya sudah pensiun,"ungkapnya.
Editor : Redaksi