Laporan: Mas Ari Hidayat
BANYUWANGI, Suara-Publik.com - Akhir pekan ini, Banyuwangi akan diramaikan oleh beragam event menarik. Mulai dari Festival Memengan (mainan) Tradisional, hingga Festival Teknologi Inovasi hingga Lalare Orchestra Consert.
Selain itu, akan digelar Pawai Obor Asian Games yang tengah melintasi Banyuwangi. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi pekan ini, dapat menikmati beragam acara dalam seharian hingga lanjut malam hari.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tiap akhir pekan di Banyuwangi tidak pernah lepas dari berbagai atraksi yang menarik. Pada even Banyuwangi Festival 2018 telah mengagendakan 77 event yang dihelat tiap akhir pekan.
"Setiap Sabtu dan Minggu pasti ada event menarik yang kami gelar. Kami ingin wisatawan yang berlibur kemari dapat merasakan liburan Akhir Pekan yang Mengesankan selama di Banyuwangi.
Bahkan setiap hari di Banyuwangi bisa menonton atraksi seni di Taman Blambangan," jelas Anas, jum'at 20/7.
Diawali pada Sabtu pagi, wisatawan Banyuwangi bisa menyaksikan ribuan anak-anak akan beratraksi memainkan berbagai permainan tradisional nusantara. Mulai egrang bambu, gasing, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tambang hingga dagongan.
"Aneka permainan jadul ini akan diparadekan di sepanjang jalan protokol, mulai depan kantor Pemkab Banyuwangi menuju Taman Blambangan,"katanya.
Setelah itu, tambah Anas, dilanjutkan siang harinya akan digelar pameran teknologi inovasi di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu). Pameran yang mempertontonkan berbagai inovasi teknologi tepat guna ini diikuti pelajar dan pemuda dari seluruh Banyuwangi.
Seperti pembuatan mesin pelubang mulsa (plastik untuk tanaman cabai pada permukaan tanah), pembuatan pupuk cair pertanian dari limbah ikan, budidaya hidropnik seledri hingga pengembangan teknologi speed boat dengan drone yang dibuat oleh mahasiswa.
"Event tersebut akan dibuka Sabtu pagi 22/ 7 pukul 09.00 WIB hingga malam hari. Dan ini salah satu cara kami untuk merangsang inovasi bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengaplikasi pengetahuannya selama ini,” kata Anas.
Masih di hari Sabtu, sambungnya, malam harinya akan digelar pertunjukan Lalare Orkestra. Lalare Orchestra adalah kelompok musik yang berisi lebih dari 100 anak dari berbagai sekolah dari tingkat SD hingga SMP di Banyuwangi. Mereka memainkan beragam alat musik khas, seperti gendang, rebana, dan angklung, yang diorkestrasikan dalam paduan yang menarik.
“Konser ini memang bukan konser musik biasa. Lalare Orkestra ini pemusiknya adalah siswa dari kelas 3 SD sampai SMP. Meski belia, mereka berhasil menunjukkan talenta bermusiknya,” ujarnya.
Ditambahkan Anas, Orkestra ini menarik, karena mengangkat marwah musik-musik Banyuwangi, dangdut, Jazz dan pop lewat genre alat musik etnik ini. Kelompok musik yang pernah meraih penghargaan tingkat dunia dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture pada tahun 2016 lalu ini akan membawakan beragam lagu nusantara.
Seperti Kicir-kicir, Janger, hingga lagu lokal Banyuwangi sendiri. Pada esok harinya, Minggu 22/7 akan digelar Pawai Obor (Torch Relay) Asian Games. Obor ini sejatinya telah tiba di Banyuwangi sejak Sabtu malam 21/7), Obor ini akan dibawa naik ke Puncak Ijen Banyuwangi pada Minggu dini hari pukul 01.00, baru akan diarak keliling kota Banyuwangi pada Minggu siang.
Nantinya api obor akan dibawa oleh atlet dan warga berprestasi Banyuwangi. ”Sepanjang jalan yang dilalui pawai obor akan kita tampilkan beragam kesenian Banyuwangi. Kita tunjukkan kepada negara-negara Asia kalau Banyuwangi adalah daerah yang kaya akan seni dan budaya diantaranya tari gandrung yang baru saja di undang ke Amirika Setikat, Banyuwangi Ethnok Carnival serta kesenian Barong," Anas.
Editor : Redaksi