suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Wali Murid Mengeluh Dana KIP di Pungli, Kepsek SDN Lanas 3 Berkelit

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Wali murid saat ambil dana KIP di BRI Cabang Klabang.
Foto: Wali murid saat ambil dana KIP di BRI Cabang Klabang.

Laporan : M.Susyanto

BONDOWOSO, suara-publik.com - Dana Bantuan Sosial untuk anak didik siswa dan siswi SDN Lanas 3 berjumlah sekira 80 anak di duga di pungli oleh gurunya. Dana tersebut di terimakan langsung kepada rekening siswa yang masing masing menerima Rp450 ribu/siswa-siswi.

Namun, ada dugaan pengkondisian yang masih di lakukan oleh oknum guru dengan modus iuran kesepakatan.

Seperti yang di ungkapkan oleh Orang tua wali murid SDN Lanas 3, Faqih, mengeluhkan adanya pengkondisian pada penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang saat ini di terima sebesar 450 ribu.

Para penerima KIP dikondisikan Rp50 ribu, dengan alasan untuk Kepala sekolah melalui guru yang di tugasi mengawal mencairkan di Bank BRI Klabang, selama tiga kali berturut-turut. "Ini sudah di terima selama 3 tahun berturut-turut, dan setiap penerimaan selalu ada pengumpulan dana 50 ribu persiswa,"ungkapnya.

Ia mengaku, sebagai wali murid tidak bisa membantah atas apa yang sudah disepakati bersama untuk memberikan sebagian dana yang di terima sebesar 450 ribu harus di potong 50 ribu untuk diberikan kepada kepala sekolah dan guru-guru sukwan.

"Pengkondisian ini dikawal pak Dimin guru SDN 3 Lanas sekaligus mengawal pencairan kepada murid. Saya sendiri yang memberikan uang sebesar 50 ribu itu agar sama-sama merasakan uangnya,"tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Lanas 3 Chandra Chairul, saat di konfirmasi via telepon membantah issu pengkondisian untuk kepala sekolah dan guru masing masing 50 ribu rupiah/siswa.

"Itu tidak benar, saya sekarang saja berada di Sekolah mengajar, sedangkan penerimaan dana Kartu Indonesia Pintar untuk siswa dan siswi Itu di terima oleh murid dan orang tuanya sendiri. Jadi mana bisa saya menerima pengkondisian tersebut,"katanya.

Editor :