suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Jembatan dan Jalan Alternatif P. Balekambang Malang, Diduga Menyimpang.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Laporan: Ismail.

Surabaya, suara publik - Proyek Jembatan dengan struktur beton bertulang dan pekerjaan akses jalan alternatif yang dikerjakan secara bertahap, dalam tahun anggaran Negara tahun 2017 dan tahun 2018. Diduga Menyimpang dari spesifikasi mutu bahan. Mendengar adanya penyimpangan itu, wartawan suara publik mencoba memantau pelaksanaan proyek tersebut.

Pada pelaksanaan lapangan ditemukan beberapa kejanggalan, kekuatan struktur beton bertulang pada Jembatan yang diragukan kekuatan nya. Dari mulai pembesian tulangan beton yang digunakan pada kekuatan struktur beton, beberapa dimensi diameter besi beton masih disangsikan besaran besi yang digunakan. 

Salah satu pantauan awak media dilapangan, tampak pada pembesian struktur landasan jembatan yang seharusnya menggunakan besi beton ulir diameter 18-19, bahkan ada yang mengharuskan dengan besi beton  ulir 31 diameternya.

Namun dilapangan yang tampak hanya menggunakan besi beton berukuran 10 - 12 (diameter, red). Penyusutan diameter besi dari ukuran yang seharusnya, tentu terjadi penyusutan volume besi yang telah diatur sebelumnya dalam detail gambar pembesian landasan beton jembatan, jelas pula diduga telah menyimpang dalam gambar perencanaan, spesifikasi mutu bahan dan menyimpang dari acuan Bill of Quatity (BoQ).

Tampak pula pada pengecoran beton bertulang, pada struktur beton jembatan yang seharusnya mempunyai kekuatan beton penyangga muatan pelintas Jembatan, sesuai perencanaan jangka panjang. Harusnya, dilapangan pada ketentuan Beton bertulang yang memiliki Tekan Hancur Beton (Karakteristik beton) menggunakan K350, namun pelaksanaannya justru hanya dikerjakan dengan pengecoran beton manual. Tanpa menggunakan Ready Mix agar beton dapat kuat merata dan memiliki usia beton dan kekuatan struktur yang standar dan kuat.

Beberapa langkah kerja yang diduga menyimpang juga dalam pelaksanaannya, tentu nantinya akan berakibat fatal pada kekauatan struktur jembatan beton maupun pada jembatan tersebut pada ambang tonase lintasan kendaraan yang akan melewatinya. Disamping itu juga akan mengurangi usia penggunaan jembatan beton tersebut nantinya.

Perlu diketahui pembangunan jembatan dan akses jalan jembatan dikerjakan 2 tahap, tahap pertama di tahun 2017 dan saat ini dilanjutkan pembangunan strukturnya ditahun 2018, yakni Anggaran I Rp.8 Miliar (2017) dan Anggaran II Rp. 5 Miliar (2018). 

Akses jalan jembatan ini senilai penyerapan anggaran Negara Rp.10 Miliar, dan jembatan senilai Rp. 13 Miliar. Pelaksanaan jembatan Srigonco dan akses jalan dan jembatan Srigonco. Sehingga total keseluruan proyek tesebut yaitu Rp.23 Miliar rupiah. Proyek ini dikerjakan bertahap oleh Kontraktor tahap I PT.Sriwijaya Perkasa dan Tahap ke II oleh PT. Tirta Perkasa Abadi.

Masih menjadi pantauan dan analisa awak media, apakah penyimpangan pelaksanaan dan penyusutan mutu bahan material dapat menjadi pemeriksaan pihak hukum nantinya.

Sementara itu, Anita Humas Bina Marga Kabupaten Malang saat dikonfirmasi menyangga adanya penyimpangan tersebut. Menurut Anita, pekerjaan proyek ini sudah sesuai standar umum dan dipantau selalu oleh Tim Bina Marga dalam pelaksanaan dan pengerjaan nya.(Mail)

Editor :