suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

KH. Makruf Amin ke Ponpes Mambaul Ulum, Hanya Silaturrahmi

avatar suara-publik.com
Foto: KH. Salwa Arifin bersama KH. Makruf Amin.
Foto: KH. Salwa Arifin bersama KH. Makruf Amin.
suara-publik.com leaderboard

Laporan : Redaksi

BONDOWOSO, (Suara Publik.Com) - Kunjungannya calon Wakil Presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin mengaku tidak sedang kampanye. KH Ma'ruf Amin mengaku kedatanganya hanya silaturahmi saja.

Hal itu ditegaskan KH Ma'ruf yang menyikapi tentang larangan KPU yang menyatakan proses kampanye dalam Pemilu dan pemilihan presiden 2019 tidak boleh dilakukan di lembaga pendidikan.

Yang dimaksud lembaga pendidikan termasuk di antaranya kampus dan pesantren. "Larangan kampanye di pesantren, Ya ndak papa. Kalau saya tidak pernah kampanye di pondok pesantren, tetapi saya silaturrahmi," kata KH Ma'ruf, di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari. Selasa,(30/10/2018).

Selain itu, KH Ma'ruf Amin mengemukakan, keberadaan Pondok Pesantren di Indonesia memiliki peran yang sangat besar untuk melanjutkan peran ulama, yang akan mengentaskan manusia dari jahiliyah menuju cahaya iman dan Islam. "Jahiliyah selalu kembali, datang dan pergi. Kalau jahiliyah datang, Allah mengirimkan Nabi, diantaranya Nabi Nuh, Musa, Isa dan terakhir Nabi Muhammad SAW, dan pengganti Nabi adalah para ulama," tutur calon Wakil Presiden Joko Widodo ini.

Mustasyar PBNU ini mengemukakan, pondok pesantren merupakan inkubator untuk melahirkan kader ulama yang akan melanjutkan perjuangan ulama sebelumnya. Sehingga tidak perlu dihawatirkan, agama Islam akan hilang karena pondok pesantren masih tetap eksis.

"Ulama tidak selamanya hidup, oleh karenanya perlu ada kaderisasi, melalui upaya-upaya dengan menyiapkan orang-orang yang paham agama, ya melalui pondok pesantren," katanya.

Cicit ke-enam Syekh Nawawi al-Banteni pengarang beberapa kitab yang menjadi referensi pondok pesantren se-nusantara ini mengemukakan, pondok pesantren harus terus dikembangkan, bahkan perlu ada undang-undang tentang pondok pesantren, agar keberadaannya dilindungi memiliki kedudukan hukum yang kuat.

"Minimal ada Dirjen bahkan juga ada kementerian urusan pesantren," tandasnya.

Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Manbaul Ulum, KH Salwa Arifin, bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran tokoh besar seperti KH Ma'ruf Amin. Ia berharap, kehadiran cicit Syekh Nawawi ini membawa barokah, khususnya kepada Pesantren Mambaul Ulum.

"Kami mengharapkan arahan dan bimbingan untuk kemajuan pondok pesantren Manbaul Ulum," kata Bupati Bondowoso ini.

KH Salwa Arifin, mengatakan, pertemuan KH Ma'ruf Amin ke pesantren hanya sebatas silaturrahmi biasa. Sehingga pertemuan itu melaporkan beberapa kegiatan yang terjadi di Bondowoso.

"Pembicaraan yang kita lakukan hanya mengenai arus politik tersirat saja, tidak dikatakan secara gamblang. Harapannya ada dukungan. Istilahnya minta doa pangestu dari para pengasuh,"kata Bupati Bondowoso ini.

Menurutnya, kunjungan KH Ma'ruf Amin ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum ini hanya silaturahmi. Mengingat KH Ma'ruf bukan orang baru bagi keluarga pondok pesantren di Indonesia, khususnya di Bondowoso. "Tadi beliau hanya menyampaikan bahwa akhir-akhir ini telah terjadi kegaduhan terkait pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid, beliau hanya menginginkan tidak terjadi di Bondowoso, Jadi harapan beliau hanya itu," ucapnya.

Selain silaturrahmi, kata Bupati Bondowoso ini, pertemuan juga membahas beberapa hal. Di antaranya terkait perkembangan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia hari ini dan bagaimana perkembangan politik saat ini. "Untuk pesan khusus, para Kyai mendoakan KH Ma'ruf Amin agar diberikan kesehatan dan sukses usahanya,ā€¯imbuhnya.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper