suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nuansa Nusantara Warnai, HUT ke-70 GPIB Regio Timur IV.

avatar suara-publik.com
Foto: Para Jemaah GPIB berpakaian adat
Foto: Para Jemaah GPIB berpakaian adat
suara-publik.com leaderboard

Laporan : Guido Saphan

BONDOWOSO (Suara-Publik.Com) - Nuansa adat dan kebudayaan Nusantara mewarnai perayaaan Ibadah Syukur Peringatan HUT Ke-70 GPIB (Gereja Kristen Protestan di Indonesia Barat, red) Mupel Jatim Regio Timur IV Tahun 2018 di Gereja GPIB Immanuel Bondowoso pada Minggu lalu (4/11/2-18).

Ratusan jemaat atau umat dari GPIB Jember, Situbondo, Glenmore Banyuwangi, dan Bondowoso hadir mengenakan pakaian adat berbagai suku bangsa di Indonesia. Tak terkecuali, para Pendeta (Pemimpin Gereja Kristen, red) dan majelis atau pelayan jemaah yang hadir dalam ibadah HUT ke-70 GPIB juga memakai pakaian adat nusantara.

Tak pelak, keberagaman adat dan budaya yang menjadi harta dan mutiara bagi Indonesia benar-benar mewarnai Gereja GPIB Immanuel Bondowoso. Terlebih lagi, lagu-lagu dan tarian daerah juga disuguhkan dalam ibadah syukur HUT Ke-70 GPIB Mupel Jatim Regio IV Timur ini.

Samuel Pongdatu Purnawirawan Polri dengan pangkat terakhir AKBP misalnya, datang mengenakan pakaian adat dari daerah asalnya, Toraja Sulawesi Selatan. Pendeta GPIB Immanuel, Jodi Hermanses yang memimpin ibadah syukur HUT memakai pakaian pendeta bernuasana Bugis dan Makasar. Fery yang asli orang Maluku dan istrinya Fimala tampil dengan pakaian Madura.

Sedangkan jemaah lainnya hadir memakai pakaian adat daerah asalnya, seperti Jawa, Batak, NTT, Dayak Kalimantan, dan Papua. ”Ini keberagaman adat dan budaya Indonesia yang harus kita banggakan dan pelihara. Meskipun beragam kita bisatetap bersaudara dan hidup dalam damai,” kata Rosalina salah satu jemaah GPIB.

Perayaan Ibadah Syukur HUT ke-70 GPIB sendiri hampir sama dengan ibadah minggu, yakni pembacaan Alkitab hingga menyanyikan lagu rohani. Bedanya, kali ini ibadah syukur menonjolkan kegembiraan bernuansa adat nusantara.

Jemaah menampilkan tarian dan lagu daerah mengenakan pakaian adat nusantara, sehingga terlihat kebersamaan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, para pendeta meniup lilin dan pemotongan kue ulang tahun serta bersukacita menari dan menyanyi lagu-lagu daerah yang rancak.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper