suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

LPG 3 Kg Langka di Situbondo, Sejumlah Kalangan Menyoroti, Ka. Disperindag Matikan HP.

avatar suara-publik.com
Foto: Warga Situbondo Antri LPG 3 Kg
Foto: Warga Situbondo Antri LPG 3 Kg
suara-publik.com leaderboard

Laporan : Edo Situbondo

SITUBONDO, (Suara publik.com) - Warga Situbondo mengeluhkan stok LPG 3 Kg, sudah 10 hari terakhir ini sulit didapatkan, kelangkaan ini warga menilai Pemkab Situbondo Jatim tak bisa memberikan solusi.

Sebab, kelangkaan di Situbondo kerap terjadi. "Sudah 10 hari loh, warga di sini bingung membeli Gas 3 Kilo gram karena hampir di semua toko dan agen LPG di situbondo kosong,"ujar Titin Warga desa Mangaran, kecamatan Mangaran kabupaten Situbondo, Selasa (27/11/2018).

Terjadinya kelangkaan gas Elpiji 3 kg, membuat warga pengguna Kompor Gas meminta pihak pemerintah setempat menggelar operasi pasar. Karena disinyalir ada kemungkinan kelangkaan ini bagian dari permianan pelaku distributor maupun spekulan yang menjual ke luar daerah.

100%100%

"Kami mendesak Disperindag Situbondo agar menggelar operasi guna menekan harga gas elpiji 3 kg sekaligus mengatasi kelangkaan yang terjadi," ungkap Rina warga lainnya.

Akibat dari kelangkaan stok LPG 3 Kg ini mengundang reaksi beberapa kalangan pemerhati di Situbondo.

Zeinullah salah seorang pemerhati ekonomi Situbondo mengatakan untuk mengatasi kelangkaan LPG ini seharusnya ada peran aktif dari beberapa instansi terkait dan juga pihak Polres untuk melakukan sweeping stok elpiji yang dikirim ke daerah luar Situbondo, terlepas itu benar apa tidak. Pihak terkait harus melakukan penelusuran lebih ketat lagi. "Pihak terkait dan juga aparat kepolisian harus lebih peka dengan adanya kelangkaan stok LPG, terlepas benar tidaknya bahwa pelaku distribusi ataupun Spekulan menjual Gas 3kg ke luar daerah ini harus tetap di lakukan penindakan tegas,”kata Zaenullah.

Dengan kelangkaan ini, sambung Zaenullah, terhendus kabar stok gas LPG subsidi untuk Situbondo ini digunakan di daerah lain. “dari sinilah aparat kepolisian perlu memperketat dalam pengawasan," tutur Zeinullah.

Menurutnya, hal ini dianggap penting terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari –hari, dimana kebutuhan masyarakat meningkat sehingga harga gas rentan dipermainkan para spekulan.

Senada dengan Zeinullah. Hal demikian juga di ungkapkan Dafid selaku pemerhati Sosial Situbondo meminta pemerintah untuk segera mengusut kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Situbondo. Dijelaskannya, hingga hari ini masih banyak warga yang sulit menemukan elpiji 3 kg. Dafid mengatakan, permasalahan krisis gas LPG tidak dapat dikesampingkan.

Gas LPG merupakan kebutuhan esensial yang tidak dapat dinomorduakan, dan juga merupakan kebutuhan pokok untuk masyarakat dari perkotaan hingga perdesaan.

"Pemkab jangan hanya prihatin dong, berikan solusi dari instansi terkait seperti Disperindag setempat, jangan hanya sebatas melakukan kegiatan sidak ke pasar -pasar saja. Namun dinas harus bisa mencari celah dan mengantisipasi ketika stok LPG ini langka, karena bisa aja ini ulah spekulan ,”cutusnya.

Ia menambahkan bahwa krisis gas LPG ini menjadi sangat krusial, terlebih lagi untuk masyarakat Situbondo yang tidak hanya menggunakan gas elpiji untuk keperluan memasak dan lainya. "Kelangkaan gas elpiji tidak boleh kita biarkan, mengingat saat ini masa kebutuhan masyarakat makin meningkat.

Sementara dinas terkait jangan diam saja, harus ada inovasi bahan bakar lainnya untuk menangani krisis ini. Sampai kini kan belum ada,"jelas Dafid.

Masih Dafid. Menurutnya, ketersediaan barang seperti LPG 3 KG adalah harapan masyarakat di Kabupaten Situbondo, Ketersediaan barang sekaligus stabilitas harga harus sama-sama diwujudkan untuk mencegah masyarakat terkena imbas negatif nantinya.

Sementara, hingga berita ini di tulis, Kepala Disperindag Situbondo Tutik Margiyanti di hubungi via HP nya tidak aktif.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper