suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Kapolrestabes Surabaya 2 Hari Keliling, Pantau Pengamanan Gereja.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Laporan: Tom

SURABAYA, Suara Publik-Jemaat Kristiani akan mulai melaksanakan rangkaian peribadatan sejak kemarin malam Natal hingga pada hari iniselasa (25/12). Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan berkeliling ke gereja-gereja besar untuk memantau kesiapan pengamanan gereja.

Terpantau ada tiga Gereja besar yang kunjungi diantaranya, Gereja Mawar Sharoon Komplek ITC, Gereja Gereja Santa Perawan Maria Jalan Kepanjen dan Gereja Bukit Zaitun Jalan Taman Simpang, Surabaya.

Tepat pukul 07.00 WIB, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan tiba di Gereja komplek pertokoan ITC Gembong dan langsung masuk ke area perayaan Natal. Pengecekan dilanjutkan ke Gereja Santa Perawan Maria. Digereja tersebut Kapolrestabes mendampingi Kapolda Jatim dan Forpimda juga Gubernur Jatim.

Rombongan lalu melanjutkan pengecekan di Gereja Bukit Zaitun Jalan Taman Simpang, Surabaya, dan situasi keseluruhan dinyatakan aman.

"Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pagi hari ini dalam pengecekan situasi Kamtibmas sejak dari kemarin siang, persiapan Misa dan tadi malam pelaksanaan Misa hingga pukul 02.00 WIB, semuanya berlangsung dengan aman, tertib dan situasi kondusif.

Dalam pelaksanaan Natal Polrestabes bersama beberapa pejabat, Pangdam dan Kapolda meninjau langsung situasi dan dalam keadaan aman. “Semua masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan cukup meriah ini dapat dikatakan suasana sangat kondisif,” kata Rudi, Selasa (25/12/2018).

Lebih lanjut kata Rudi, dalam melaksanakan pengamanan tahun ini, petugas lebih meningkatkan penjagaan dan berdasarkan evaluasi tahun lalu. Jika tahun lalu terjadi peristiwa bom, maka tahun ini lebih selektif. Di pintu masuk juga ada pembatasan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

“Tahun lalu di Gereja tampak banyak pintu untuk masuk, hal itulah yang bisa digunakan oleh orang yang ingin berbuat jahat bisa masuk,” tambah Rudi. Dari pengalaman itu, beberapa Gereja dalam perayaan Natal tahun ini menggunakan satu pintu dan juga adapula yang menggunakan tiket, gelang agar mudah terseleksi.

"Kami mengajak seluruh kelompok masyarakat sekitar gereja untuk sama sama kita sebagai bentuk toleransi dan semangati kebersamaan untuk jogo Suroboyo," pesanya. ( tom)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper