Laporan: Tom
SURABAYA, Suara Publik - Arisan online yang belakangan digandrungi para ibu rumah tangga kembali menelan korban. Kali ini arisan uang dan barang melalui media sosial Facebook yang dikelola Regina Fifi Surjono, warga Babatan Mukti Wiyung Surabaya diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang para membernya.
Bersama kuasa Hukumnya Korban yang berasal dari Surabaya, Bali bahkan dari Jakarta ini melaporkan Regina Fifi Surjono ke Polrestabes Surabaya, selaku penyedia investor pada arisan online tersebut.
Para korban mengaku mengalami kerugian mulai puluhan hingga ratusan juta. Salah satu korban yang berasal dari Bali bernama Made Oka Wijayanti, yang membawahi ratusan member arisan dan cicilan, mengaku telah ditipu sebanyak Rp 97 juta.
Kerugian tersebut merupakan kerugian pribadi, belum kerugian yang dialami ratusan member lainnya, yang sudah menyetorkan uang melalui rekening terlapor Regina, hampir 500 orang, dengan total kerugian mencapai Rp 2,5 milyar .
"Sistem arisan yang diikutinya tersebut harian dan mingguan. Iuran yang harus disetorkan kepada pengepul ( terlapor ), bervariasi mulai Rp 10 juta hingga Rp 30 juta. Anggotanya pun tersebar di Surabaya, Bali hingga Jakarta.
Namun sejak enam bulan terakhir arisan tersebut mulai macet hingga puncaknya korban yang meminta uangnya kembali tidak direspon," kata Made Oka Wijayanti.
Bahkan, korban yang merasa kecewa, siang tadi sempat membuntuti aktivitas terlapor Regina. Namun sayang, saat dibuntuti di mall Pasar Atom, terlapor bersama suaminya yang sedang berbelanja berhasil kabur.
Sementara korban menambahkan, arisan online ini sudah ada sejak lama dengan nama akun Rendy Cristian Timoty, namun rata - rata mereka baru ikut arisan ini pada awal tahun 2017 lalu.
Hal serupa di ungkapkan Yeni, korban berasal dari Surabaya. ia juga tertipu oleh Regina Fifi Surjono," saya juga kenak tipu arisan online uang dan barang ini, uang saya yang masuk ke Rekening Regina Fifi Surjono sebanyak Rp 150 juta mas," ucap Yeni kepada awak media. (tom)
Editor : Redaksi